MSF: Warga Sipil Jadi Sasaran Kekerasan di Afrika Tengah

Kompas.com - 12/09/2013, 20:24 WIB
ISSOUF SANOGO / AFP Pasukan pemerintah Republik Afrika Tengah bersiaha di ibu kota Bangui.

 

BANGUI, KOMPAS.com — Organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF), Kamis (12/9/2013), melaporkan, warga sipil menjadi sasaran kekerasan baru di Bouca, 325 kilometer di sebelah utara ibu kota Bangui, Republik Afrika Tengah.

Sejauh ini, MSF telah merawat 26 orang yang cedera akibat serangan senjata tajam dan senjata api, termasuk delapan perempuan dan enam anak-anak.

Gelombang kekerasan di Bouca dan Bossangoa ini menambah derita warga sipil yang sudah menghadapi konflik selama berbulan-bulan dan terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Proyek MSF di Bossangoa, Batangafo, dan Paoua telah mengakibatkan kenaikan jumlah pasien di sejumlah fasilitas kesehatan dikarenakan cedera akibat kekerasan dalam satu bulan terakhir.

Pertikaian terjadi di Bouca sekitar pukul 06.00, Senin (8/9/2013), ketika beberapa laki-laki bersenjata yang mengaku pendukung presiden tersingkir François Bozizé masuk ke desa.

Akibatnya, 26 orang yang terluka dirawat tim MSF sementara lima orang pasien yang kritis harus dipindahkan ke rumah sakit di Batangafo.

MSF sangat prihatin dengan tindakan yang menjadikan warga sipil sebagai sasaran dan tindak kekejaman kedua pihak di Bouca.

Organisasi medis MSF juga sangat mengkhawatirkan penggunan isu sektarian yang menghasut sejak pemberontakan Séléka pada bulan Maret, yang dapat menyulut lebih banyak kekerasan di negara ini.

“Kami sangat mengkhawatirkan peningkatan perkelahian dan kekerasan sebagai aksi balas dendam,” kata Sylvain Groulx, koordinator proyek MSF di Republik Afrika Tengah.

Di kota terdekat Bossangoa, tim MSF menerima lebih dari dua puluh lima korban luka akibat senjata tajam dan senjata api dalam dua pekan terakhir.

Peningkatan kekerasan sektarian mendadak ini telah meningkatkan atmosfer ketakutan di antara warga, ribuan orang meninggalkan kota untuk mencari perlindungan.

“MSF mengecam tindak kekerasan mengerikan terhadap warga, dan mengimbau semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati keamanan pihak yang tidak ambil bagian dalam pertempuran atau non-kombatan serta pekerja kesehatan dan kemanusiaan,” kata Groulx.

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko

Close Ads X