Terobos Istana Buckingham, 2 Pria Ditahan Polisi

Kompas.com - 08/09/2013, 03:03 WIB
Getty Images/AFP Turis China di depan Istana Buckingham di London, Inggris.
LONDON, KOMPAS.com - Kepolisian Inggris, Sabtu (7/8/2013), mengatakan telah menangkap dua orang pria yang sempat menerobos masuk ke dalam Istana Buckingham, London, tempat tinggal resmi Ratu Elizabeth II.

Juru bicara kepolisian metropolitan London mengatakan, tak ada seorangpun keluarga kerajaan Inggris yang berada di istana saat insiden yang terjadi awal pekan ini.

"Pria itu ditemukan di area yang baru saja dibuka untuk publik pada siang hari. Dia ditangkap dengan tuduhan perampokan, masuk secara ilegal, dan melakukan perusakan," kata polisi.

Orang kedua ditangkap di luar pagar istana karena bekerja sama untuk melakukan perampokan.


"Evaluasi terkait peristiwa ini sedang dilakukan," tambah si juru bicara.

Sejauh ini tidak diketahui dengan jelas mengapa polisi baru mengumumkan penangkapan itu lima hari setelah peristiwa berlangsung.

Insiden ini adalah salah satu kasus keamanan di Istana Buckingham yang paling serius sejak 1982. Saat itu, seorang pengangguran Michael Fagan, berhasil masuk ke kamar pribadi Ratu Elizabeth II, saat Ratu tengah tidur.

Fagan sempat berbincang selama 10 menit dengan Ratu Elizabeth II setelah berhasil memanjat dinding istana.

Ratu baru menyalakan alarm keamanan setelah Fagan meminta sebatang rokok.

Ratu Elizabeth (87) saat ini sedang menikmati musim panas di Istana Balmoral, Skotlandia. Ratu dijadwalkan hadir dalam acara tradisional Highland Games.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorErvan Hardoko
Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X