Politikus Australia Tuding Istri Rupert Murdoch Mata-mata

Kompas.com - 05/09/2013, 13:54 WIB
Clive Palmer mengancam akan menggugat konglomerat media Rupert Murdoch. AAPClive Palmer mengancam akan menggugat konglomerat media Rupert Murdoch.
EditorEgidius Patnistik
Pengusaha sekaligus politikus Australia Clive Palmer menuding istri Rupert Murdoch, Wendi Deng, sebagai mata-mata China dan mengancam akan menggugat konglomerat media itu.

Dalam wawancara televisi, Kamis (5/9/2013) pagi, Palmer menuding Wendi Deng "memata-mati Rupert selama bertahun-tahun, menyetor uang ke badan intelijen China". Palmer juga mengatakan, Wendi Deng di-training di China Selatan.

Pendiri Partai Palmer United Party (PUP) ini juga mengatakan, "Wendi Deng adalah mata-mata China dan karena itu Rupert meninggalkannya." Murdoch dan Deng telah bercerai pada Juni lalu.

Ia melanjutkan, "Dan orang ini (Murdoch) ingin mengontrol politik Australia. Ia ingin mengontrol apa yang Anda pikirkan. Lihat saja surat kabarnya."


Ancaman Palmer menggugat Murdoch itu terkait dengan artikel opini yang dipublikasikan Kamis (5/9/2013) ini, yang mempertanyakan klaim Palmer sebagai seorang jutawan, tokoh pertambangan, dan profesor di universitas. Artikel itu juga menyebutkan, Palmer membayar donasi besar untuk mendapatkan gelar sebagai "President of the World Economic Forum".

Artikel opini ini dipublikasikan di surat kabar The Australian milik Murdoch dengan judul "Mengapa kita perlu khawatir tentang siapa Clive Palmer sebenarnya". Dalam artikel ini disebutkan, mengingat rekam jejak Palmer sebagai pengusaha gagal, apakah para pemilih Australia harus memberinya kesempatan memperoleh "kekuatan politik besar".

Berdasarkan hasil polling terakhir, Partai PUP kemungkinan memenangi enam kursi senat Negara Bagian Queensland dalam pemilu Sabtu, 7 September 2013.

"Saya akan gugat Murdoch hari ini," tegas Palmer. "Sudah waktunya orang ini kita mintai pertanggungjawaban, orang asing ini yang mencoba mendikte apa yang kita lakukan."

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X