Berumur 97 Tahun, 30 Penjaga Kamp Konsentrasi Nazi Tetap Akan Diadili

Kompas.com - 04/09/2013, 01:39 WIB
Bagian depan kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia yang digunakan Nazi Jerman untuk memusnahkan bangsa Yahudi antara 1942-1944. Saat disidang di Nuerenberg, Komandan Kamp Auschwitz, Rudolf Hess mengatakan setidaknya tiga juta orang Yahudi tewas di kamp itu baik karena kelaparan atau dibunuh. Bagian depan kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia yang digunakan Nazi Jerman untuk memusnahkan bangsa Yahudi antara 1942-1944. Saat disidang di Nuerenberg, Komandan Kamp Auschwitz, Rudolf Hess mengatakan setidaknya tiga juta orang Yahudi tewas di kamp itu baik karena kelaparan atau dibunuh.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
LUDWIGSBURG, KOMPAS.com — Sebanyak 30-an mantan penjaga kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia, selama Perang Dunia II bakal diajukan ke pengadilan atas tuduhan terlibat kejahatan perang. Kantor Investigasi Penjahat Perang Nazi akan segera mengirimkan berkas penyidikan termasuk rekomendasi kejahatan para tersangka kepada pihak kejaksaan. Para penjaga itu diduga terlibat dalam pembantaian 1,1 juta warga Yahudi di Auschwitz.

Kepala Penyidik Kurt Schrimm kepada wartawan hari Selasa (3/9/2013) sebagaimana dikutip kantor berita AFP menyebutkan, sebagian para tersangka penjaga kamp Auschwitz ini sudah berusia 97 tahun sekarang. Namun, mereka tetap akan dikenakan tuduhan telah membantu pembunuhan.

Kantor Schrimm yang berlokasi di Ludwigsburg, kota di barat daya Jerman, telah melakukan lebih dari 7.000 pembuktian atas para pelaku kejahatan perang selama kekuasaan Nazi di Jerman. Namun, kantor ini tak punya kekuasaan mengajukan tuntutan di pengadilan. Meski demikian, sambutan hangat diberikan para keluarga korban kamp konsentrasi tersebut ke kantor ini.

"Pelaku kejahatan perang atas kemanusian ini tidak boleh tidak dihukum," ujar Ulrich Sander dari Asosiasi Korban dari Rezim Nazi kepada kantor berita Jerman, DPA. Kantor penyidikan ini didirikan pada 1958 dan pada tahap awal mereka berhasil mengidentifikasi 49 mantan penjaga kamp konsentrasi Aischwitz-Birkenau di wilayah Polandia yang diduduki Nazi Jerman.

Terkait 30 penjaga kamp Auschwitz, sejauh ini 7 orang di antaranya diketahui tinggal di luar Jerman, termasuk 1 di antaranya tinggal di Israel. Sedangkan 2 tersangka lain belum diketahui keberadaannya. Penyidikan atas peran masing-masing penjaga masih terus dilakukan.

Lebih dari 6.000 personel SS, pasukan khusus Nazi Jerman, berada di Auschwitz, di mana sekitar 1,1 juta warga Yahudi dan warga lainnya tewas dalam kamar gas, atau karena kerja paksa, sakit, dan kelaparan. Setelah lebih dari 60 tahun, pengadilan Jerman hanya menjatuhkan hukuman atas penjahat Nazi Jerman yang terbukti secara personal melakukan tindakan pembunuhan.

Namun sejak 2011, kasus juga dikenakan kepada penjaga dan petugas lainnya yang ikut membantu terjadinya pembunuhan itu. Pada 2011, pengadilan di Munich, Jerman, menjatuhkan hukuman lima tahun penjara atas John Demjanjuk karena bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap lebih dari 28.000 warga Yahudi di kamp Sobibor. Dia ketika itu menjadi penjaga di sana.

Sejak pengadilan Nuremberg pada 1945-1946, sekitar 106.000 tentara Jerman atau warga asing yang menjadi tentara Nazi telah diajukan tuduhan kejahatan perang. Sekitar 13.000 dari mereka terbukti bersalah dan sekitar setengahnya dijatuhi hukuman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X