Situs Resmi Dalai Lama Dibobol Peretas

Kompas.com - 13/08/2013, 20:21 WIB
Foto ini diambil dari situs resmi pemerintah Tibet di pengasingan yang sempat mengalami serangan peretas. Tibet.netFoto ini diambil dari situs resmi pemerintah Tibet di pengasingan yang sempat mengalami serangan peretas.
EditorErvan Hardoko

DHARAMSHALA, KOMPAS.com — Situs milik Pemerintah Tibet di pengasingan, yang menempatkan Dalai Lama sebagai pemimpin spritualnya, diretas dan diserang virus.

Para ahli di perusahaan pengamanan komputer, Kaspersky Lab, memperingatkan Pemerintahan Tibet Tengah, CTA, bahwa situs mereka disadap.

Diyakini, sebuah perangkat lunak digunakan untuk memata-matai para pengguna situs.

Kaspersky mengatakan, situs CTA menjadi sasaran tetap dari kelompok peretas yang sama sejak 2012, tetapi serangan sebelumnya bisa ditangani dengan cepat sebelum mendapat perhatian meluas.

Beberapa lembaga Tibet lainnya juga pernah jadi sasaran, seperti Kampanye Internasional untuk Tibet.

Bukti-bukti teknis menunjukkan bahwa peretas sebelumnya juga melakukan serangan dunia maya atas beberapa kelompok hak asasi manusia di Asia.

Tibet.net merupakan situs resmi CTA yang terdiri dari beberapa bahasa dan yang diretas adalah versi Bahasa China.

Pemimpin spritual CTA adalah Dalai Lama ke-14, yang melarikan diri dari Tibet tahun 1959 setelah upaya perlawanan atas Pemerintah China gagal.

Dari tempat pengasingannya di Dharamshala, India, para pendukung Dalai Lama membentuk pemerintahan Tibet di pengasingan.

Namun, Pemerintah Beijing menganggap Dalai Lama sebagai ancaman separatis karena menentang kebijakan China untuk mengambil alih kendali di Tibet.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X