Pria Bersenjata Serang Masjid di Nigeria

Kompas.com - 13/08/2013, 09:27 WIB
Nigeria menerapkan keadaan darurat di sejumlah negara bagian di kawasan timur laut. BBCNigeria menerapkan keadaan darurat di sejumlah negara bagian di kawasan timur laut.
EditorEgidius Patnistik
KONDUGA, KOMPAS.COM - Setidaknya 44 orang tewas ditembak pelaku penyerangan bersenjata saat berada di sebuah masjid yang terletak di timur laut Nigeria. Aksi penembakan itu menurut keterangan pejabat setempat terjadi pada Minggu (11/8) subuh meskipun berita tentang ini baru muncul ke media Senin.

Pelaku penembakan dicurigai berasal dari kelompok Islam Boko Haram yang sejak tahun 2009 terus melakukan aksi kekerasan dan menewaskan ribuan orang di wilayah Nigeria bagian utara.

Lokasi serangan terakhir ini sendiri terletak di kota Konduga yang berjarak sekitar 35km dari ibu kota negara bagian Maiduguri.

Harian Daily Post melaporkan selain mengakibatkan 44 orang tewas, aksi penembakan juga mengakibatkan 26 orang lainnya mengalami luka dan mendapat perawatan di rumah sakit di Maiduguri.

Seorang anggota keamanan masyarakat setempat mengatakan kepada Associated Press bahwa empat angota mereka juga tewas ditembak ketika merespon panggilan untuk memberikan bantuan.

Keadaan Darurat

Laporan mengatakan aksi penyerangan juga terjadi di desa Ngom dan menewaskan 12 orang warga sipil. Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan telah menyatakan keadaan darurat di tiga negara bagian yang terletak di kawasan timur laut Nigeria pada Mei lalu.

Dia juga sudah mengerahkan pasukannya memburu kelompok Boko Haram di wilayah itu. Boko Haram merupakan kelompok yang ingin menggulingkan pemerintahan resmi Nigeria dan menciptakan negara Islam di bagian utara negara itu.

Laporan Wartawan BBC di Lagos, Will Ross mengatakan selain menyerang sejumlah gereja, kelompok ini juga kerap menyerang masjid.

Berita penyerangan terakhir datang seiring dengan kemunculan video pimpinan Boko Haram, Abubakar Shekau, yang mengaku bertanggung jawab terhadap sejumlah penyerangan termasuk yang menyasar target militer dan polisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X