Dokter Dituduh Berhubungan Seks dengan Pasien

Kompas.com - 12/08/2013, 11:17 WIB
Shutterstock
EditorEgidius Patnistik

WELLINGTON, KOMPAS.com — Sebuah video yang dibuat seorang dokter senior Selandia Baru yang berisi dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang pasien akan diajukan sebagai alat bukti dalam sidang pengadilan di hadapan Tribunal Disiplin Praktisi Kesehatan pada hari Senin (12/8/2013) ini.

Dokter itu, seorang pria, yang nama dan rincian kasusnya ditutupi dan dikenal hanya sebagai "Dr H", diduga telah membayar pasiennya, seorang perempuan, sebesar 35. 000 dollar Selandia Baru (atau sekitar Rp 300 juta) dalam upaya untuk membuat perempuan itu menarik kembali aduannya kepada Health and Disability Commission (HDC).

Fairfax NZ News, Senin, melaporkan, Direktur Tribunal itu, Aaron Martin, mengatakan pada sidang pengadilan bahwa pada Juni 2008, Dr H memulai hubungan seksual dengan seorang pasien yang rentan, yang namanya secara permanen tidak dapat diungkapkan.

Dokter itu melanjutkan aksinya setelah dia merawat perempuan tersebut dan mereka melakukan perjalanan ke Australia bersama-sama. Dokter itu melakukan hubungan tersebut "secara rahasia" dengan hubungan seksual secara teratur, menulis catatan yang bersifat intim kepada perempuan itu", dan pada satu kesempatan membuat rekaman video mereka berdua sedang berhubungan seks".

Anggota majeleis Tribunal, Bruce Corkill, mengatakan, mereka akan menonton video itu.

Martin mengatakan, si pasien "akan merasa sulit dan stres untuk memberikan bukti, bukan hanya karena rekaman video itu dan hal-hal emosional, melainkan juga karena ia punya sejarah kecemasan akut."

Pada Februari 2009, istri Dr H mengetahui perselingkuhan yang terjadi di Australia. Sang istri membayar 900 dollar kepada perempuan itu untuk pulang ke Selandia Baru. Perempuan itu menemui seorang profesional medis lain dan menyampaikan pengaduan kepada HDC.

Martin mengatakan, Dr H membayar perempuan itu 5.000 dollar Selandia Baru dan perempuan itu mengirim e-mail ke HDC yang mengatakan dia secara emosional terikat (dengan Dr H), "tapi tak ada hubungan seksual".

Pada Mei 2009, sang dokter membayar perempuan itu 15.000 dollar dan melakukan dua pembayaran lain sejumlah total 15.000 pada Februari 2010.

Dr H didakwa telah melakukan kesalahan profesional dengan sejumlah rincian, termasuk tuduhan bahwa ia mengadakan hubungan seksual dengan perempuan itu. Sidang itu, yang akan dihadiri oleh Dr H dan istrinya, diperkirakan akan berlangsung lima hari.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X