Australia Serukan Pemukulan terhadap Anak Jadi Tindak Kriminal

Kompas.com - 26/07/2013, 08:54 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.
|
EditorEgidius Patnistik
SYDNEY, KOMPAS.com — Sebuah lembaga kedokteran terkemuka Australia menyerukan agar tindakan pemukulan oleh orangtua terhadap anak mereka dikategorikan sebagai tindakan ilegal. Seruan ini kembali menimbulkan debat mengenai manfaat dan kerugian dari tindakan tersebut.

Lembaga bernama The Royal Australasian College of Physicians, Jumat (26/7/2013), mendesak adanya perubahan peraturan guna melidungi anak-anak dari tindakan fisik. Menurut hukum yang ada sekarang, di Australia, orangtua masih boleh memukul anak mereka dengan alasan "jelas".

Namun, Prof Susan Moloney mengatakan, tindakan disiplin seperti ini bisa mengarah kepada "penganiayaan". "Kami mencatat sejumlah besar tewasnya anak-anak disebabkan oleh tindak pemukulan fisik yang berlebihan," kata Prof Moloney kepada media Fairfax dan News Limited. Selain itu, ada bukti depresi, kecemasan, perilaku anti-sosial, maupun penyalahgunaan narkoba akibat tindak pemukulan fisik tersebut.

Menurut Prof Maloney, peraturan di Australia sudah ada guna melindungi anak-anak dengan keharusan membuat pagar untuk kolam renang, merokok di dalam mobil. "Mereka yang memukul anjing juga bisa ditahan, tetapi tidak ketika memukul anak mereka," kata Moloney.

Namun, menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia, L Sastra Wijaya, para pemerhati anak-anak dari disiplin ilmu lain mempertanyakan apakah peraturan tersebut akan dengan mudah diterapkan. Psikolog anak Michael Carr-Gregg mengatakan, dia tidak mendukung tindak pemukulan terhadap anak, tetapi mengatakan menjadikan orangtua sebagai pelaku kriminal hanya karena ingin mendisplinkan anak bukan tindakan yang mudah dilakukan. Ahli terapi keluarga Michael Hawton mengatakan, orang memukul anak karena tidak tahu adanya alternatif lain.

Dr Justin Coulson, seorang ayah dari lima anak, dan pengarang buku mengenai keluarga, mengatakan mendukung peraturan tersebut, tetapi secara hukum akan sulit menerapkannya. "Menurut saya, pendidikan adalah kunci untuk mengajar orangtua bagaimana mendisiplinkan anak mereka," kata Coulson.

Roslyn Phillips, peneliti dari lembaga FamilyVoice Australia, mengatakan, tindakan pemukulan yang "tidak berlebihan" bisa mengajar anak yang belum memiliki konsep logis mengenai apa yang boleh dan yang tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di seluruh dunia, saat ini terdapat 33 negara yang sudah melarang tindakan pemukulan fisik terhadap anak-anak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X