Kabinet Baru Mesir Terbentuk Tanpa Menteri dari Ikhwanul Muslimin

Kompas.com - 17/07/2013, 18:59 WIB
Kabinet baru Mesir setelah tergulingnya Muhammad Mursi akhirnya dilantik tanpa satupun menteri dari Ikhwanul Muslimin atau Partai Nour yang berhaluan Salafi. EGYPTIAN PRESIDENCY / AFPKabinet baru Mesir setelah tergulingnya Muhammad Mursi akhirnya dilantik tanpa satupun menteri dari Ikhwanul Muslimin atau Partai Nour yang berhaluan Salafi.
EditorErvan Hardoko
KAIRO, KOMPAS.com — Kabinet pertama Mesir sejak tergulingnya Muhammad Mursi akhirnya dilantik pada Selasa (16/7/2013). Dalam susunan kabinet baru ini sejumlah tokoh oposisi liberal mendapatkan posisi-posisi kunci.

Namun, dari ke-35 anggota kabinet baru ini tidak ada satu pun perwakilan dari Ikhwanul Muslimin, organisasi yang menyokong Muhammad Mursi. Tak hanya itu, perwakilan dari Partai Nour yang beraliran Salafi juga tidak tampak dalam susunan kabinet ini.

Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, panglima militer di balik penggulingan Mursi, mendapat posisi wakil perdana menteri pertama sekaligus menteri pertahanan dalam kabinet yang dipimpin tokoh ekonom liberal Hazem al-Beblawi itu.

Mohammed Ibrahim, menteri dalam negeri dalam pemerintahan Mursi, tetap duduk di jabatannya sekaligus membawahi kepolisian Mesir.

Adapun Nabil Fahmy, mantan dubes Mesir untuk AS pada 1999-2008, ditunjuk sebagai menteri luar negeri.

Selain itu, Presiden Interim Mesir Adli Mansour menunjuk tiga orang perempuan di dalam kabinet. Para menteri perempuan itu ditempatkan di kementerian informasi, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Kabinet kali ini menjadi kabinet pemerintah pertama dengan jumlah menteri perempuan terbanyak. Di masa lalu, dalam kabinet paling banyak terdapat dua orang menteri perempuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, mantan pesepak bola ternama Mesir Taher Abu Zeid yang dalam dekade 1980-an menjadi bintang klub Al-Ahly, Kairo, menjadi menteri pemuda.

Namun, Ikhwanul Muslimin menolak keras pelantikan para menteri kabinet baru ini.

"Kami tidak mengakui legitimasi dan wewenang kabinet ini," kata juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AP,
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.