Presiden Sementara Mesir Segera Dilantik

Kompas.com - 04/07/2013, 15:43 WIB
Tentara Mesir berpatroli di luar Universitas Kairo setelah militer mengambil alih kekuasaan Presiden Muhammad Mursi, Rabu (3/7/2013). AFP PHOTO/MOHAMED EL-SHAHEDTentara Mesir berpatroli di luar Universitas Kairo setelah militer mengambil alih kekuasaan Presiden Muhammad Mursi, Rabu (3/7/2013).
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Hakim Mahkamah Agung Mesir, Adli Mansour, akan segera diambil sumpahnya untuk menjadi pejabat interim menggantikan fungsi kepemimpinan Presiden Muhammad Mursi.

Saat ini, Mansour menjabat sebagai kepala pengadilan di Mahkamah Agung dan dijadwalkan akan diambil sumpahnya sekitar pukul 10.00 waktu setempat (08.00 GMT).

Kepala angkatan bersenjata Jenderal Abdul Fattah al-Sisi sebelumnya mengatakan bahwa Muhammad Mursi—presiden pertama yang dipilih melalui pemilihan umum—telah "gagal memenuhi tuntutan rakyatnya".

Jenderal Al-Sisi juga mengumumkan untuk membatalkan konstitusi dan melangsungkan pemilihan umum baru.

Ia juga memaparkan rencana aksi selanjutnya dan mengatakan bahwa Mansour akan ditugasi untuk "memerintah urusan dalam negeri selama periode transisi untuk memilih presiden baru."

Ditahan

Sementara itu, juru bicara Ikhwanul Muslimin yang merupakan partai pendukung Mursi, Gehad el-Haddad, mengatakan kepada BBC bahwa presiden yang baru saja digulingkan itu sekarang menjadi tahanan rumah. Sementara itu, "seluruh tim kepresidenan" juga ditahan.

Ayah Haddad yang juga adalah ajudan Mursi, Essam el-Haddad, dan pemimpin politik Ikhwanul Muslimin Saad al-Katatni termasuk di antara para orang dekat Mursi yang ditahan itu.

Sedangkan koran pemerintah al-Ahram melaporkan, perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk 300 pemimpin dan anggota Ikhwanul Muslimin.

Penggulingan kekuasaan presiden Mesir ini terjadi setelah terjadi protes selama empat hari dan ultimatum yang dikeluarkan oleh militer untuk mengakhiri ini pada Rabu (3/7/2013) sore waktu setempat.

Salah seorang demonstran, Omar Sherif, mengatakan kepada kantor berita AFP, "Ini adalah momen bersejarah. Kita berhasil menyingkirkan Mursi dan Ikhwanul Muslimin."

Wartawan BBC Kevin Connolly di Kairo mengatakan, tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya.

Hal yang berbahaya adalah, katanya, kedua belah pihak akan mencoba untuk menyelesaikan perbedaan dengan membawa pendukung ke jalan-jalan.

Pihak militer memang telah mengatakan tidak akan membiarkan itu terjadi, tetapi, kata wartawan kami, itu tidak akan mudah.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

    Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

    Internasional
    'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

    "Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

    Internasional
    Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

    Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

    Internasional
    Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

    Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

    Internasional
    Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

    Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

    Internasional
    12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

    12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

    Internasional
    Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

    Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

    Internasional
    Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

    Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

    Internasional
    Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

    Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

    Internasional
    Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

    Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

    Internasional
    Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

    Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

    Internasional
    Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

    Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

    Internasional
    Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

    Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

    Internasional
    Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

    Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X