Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/07/2013, 07:58 WIB
EditorKistyarini

WASHINGTON, KOMPAS.com
 — Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak militer Mesir untuk segera mengembalikan kekuasaan kepada rakyat dan memerintahkan pengkajian ulang bantuan negara itu ke Mesir menyusul kudeta militer yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih di Washington DC, Rabu (3/7/2013), beberapa jam setelah para pemimpin militer Mesir mendeklarasikan berakhirnya kekuasaan Mursi dan membekukan konstitusi, Obama menyatakan "keprihatinan yang mendalam" atas tindakan militer.

Dalam pernyataannya, Obama menyatakan harapannya agar militer segera mengembalikan kekuasaan kepada rakyat Mesir.

"Saya menyerukan kepada militer Mesir bergerak secara cepat dan bertanggung jawab untuk mengembalikan kekuasaan penuh kepada pemerintah sipil yang terpilih secara demokratis secepat mungkin melalui proses yang inklusif dan transparan dan menghindari penahanan secara sewenang-wenang Presiden Mursi dan para pendukungnya," kata Obama.

Pemerintah AS juga akan mengkaji ulang bantuan yang selama ini diberikan negara itu kepada Mesir. "Melihat perkembangan hari ini, saya juga memerintahkan departemen-departemen dan lembaga-lembaga terkait untuk mempelajari kembali implikasi bantuan kami kepada Pemerintah Mesir berdasarkan hukum AS," papar Obama, Rabu (3/7/2013).

Sampai beberapa saat menjelang deklarasi militer Mesir, Gedung Putih menolak ikut campur dalam krisis politik Mesir. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan, AS "tidak berpihak pada siapa pun".

"Kami tegas dalam hal ini," kata Psaki dalam jumpa pers, Rabu.

CBS News melaporkan, sejumlah kritikus menuduh Obama berdiam diri, sementara Mesir, yang notabene sekutu AS di Timur Tengah, mengalami kekacauan. Menurut CBS, Mesir mendapat bantuan sebesar 1,5 miliar dollar AS per tahun dari AS.

Mursi merupakan presiden pertama yang dipilih secara demokratis di Mesir. Hanya setahun setelah berkuasa, Mursi digulingkan oleh militer, Rabu (3/7/2013).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Sumber CBS News
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    Rekomendasi untuk anda
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.