Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/06/2013, 21:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

PRETORIA, KOMPAS.COM - Nelson Mandela telah memberi instruksi bahwa dia harus dimakamkan di sebuah lereng bukit terpencil dalam kuburan yang ditandai dengan sebuah batu sederhana, lapor Telegraph, Sabtu (29/6). Hal itu terungkap Jumat lalu saat orang-orang terus berdoa di luar rumah sakit tempat ia terbaring dalam kondisi kritis.


Mantan pemimpin anti-apartheid Afrika Selatan itu menolak saran agar ia dimakamkan di ibukota Pretoria. Sebaliknya, ia menulis sebuah surat wasiat pada satu halaman kertas ukuran A4 yang memerintahkan keluarganya untuk membiarkan adanya upacara kenegaraan buat dirinya tetapi kemudian menguburnya di Qunu di tanah leluhurnya di Eastern Cape yang berjarak lebih dari 1000 kilometer dari ibukota negara itu.

"Tidak ada orang yang suka berpikir tentang kematian dan Mandela, seperti kebanyakan orang, enggan untuk membuat sebuah wasiat," kata seorang mantan rekan. "Dia jelas dia ingin dimakamkan di Qunu. Dia seorang tradisionalis dan karena itulah mengapa dia ingin dimakamkan di sana.''

Selama tiga minggu Mandela telah berada di Rumah Sakit Jantung Mediclinic, Pretoria, di mana ia dirawat karena infeksi paru-paru. Dia diyakini berada dalam sebuah ventilator.

Tak lama setelah mengunjungi Mandela di rumah sakit, mantan istrinya, Winnie Madikizela-Mandela, mengatakan, "Dibanding beberapa hari yang lalu ada perbaikan besar, tetapi secara klinis ia masih tidak sehat."

Keinginan terakhir Mandela itu terkandung dalam sebuah surat wasiat yang dibuat ketika Mandela masih berusia 78 tahun pada Januari 1996. Sejumlah perkembangan di Qunu dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa hal itu tidak berubah. Hari Jumat, para pekerja mulai meratakan tanah untuk sebuah jalan baru menuju padang rumput seluas 250 hektar di lereng di mana kuburan Mandela diperkirakan akan berada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.