Eks Jenderal AS Bocorkan Informasi Serangan Siber terhadap Iran - Kompas.com

Eks Jenderal AS Bocorkan Informasi Serangan Siber terhadap Iran

Kompas.com - 28/06/2013, 20:18 WIB
AP Jenderal (Purn) James Cartwright.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Seorang pensiunan jenderal AS menjalani pemeriksaan karena diduga membocorkan informasi terkait serangan siber rahasia terhadap fasilitas nuklir Iran.

Jenderal James "Hoss" Cartwright, mantan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata AS, menurut NBC News dan The Washington Post, menjadi target pemeriksaan ini.

Seorang "target" biasanya adalah seseorang yang sudah hampir pasti akan mendapatkan dakwaan karena jaksa biasanya sudah memiliki bukti-bukti kuat terkait si "target".

Penyelidikan terkait bocornya informasi serangan siber terhadap Iran adalah satu dari sejumlah penyelidikan kebocoran informasi nasional yang dilakukan pemerintahan Obama.

Pada Juni 2012, harian The New York Times melaporkan bahwa Jenderal Cartwright adalah salah seorang pemain penting dalam operasi serangan siber dengan sanksi "Olympic Games" yang sudah dimulai di masa pemerintahan Presiden George W Bush.

Bush dikabarkan menganjurkan Presiden Barack Obama untuk melanjutkan operasi "Olympic Games".

Masih menurut The New York Times, Presiden Obama kemudian memerintahkan serangan siber itu diperkuat. Pada 2010, sebuah serangan dengan menggunakan virus komputer Stuxnet untuk sementara mampu melumpuhkan 1.000 sentrifugal yang digunakan Iran untuk proses pengayaan nuklir.

Laporan The New York Times ini kemudian membuat para politisi Kongres mendesak digelarnya penyelidikan terkait pembocor informasi rahasia itu. Dan, Obama menegaskan, dia tidak bisa memberi toleransi untuk kebocoran semacam itu.

Para politisi Partai Republik mengatakan menuding para pejabat senior pemerintah yang membocorkan informasi itu untuk mendukung program keamanan nasional dalam kampanye presiden 2012.

The New York Times menambahkan, Jenderal Cartwright adalah salah seorang pemain kunci yang memberitahu Obama dan Wapres Joe Biden bahwa Stuxnet secara tak sengaja diketahui publik karena lolos ke internet.


Setelah kekacauan itu, para pejabat senior menggelar pertemuan untuk memutuskan apakah program serangan siber ini sudah bocor. Setelah mendengar rekomendasi para penasihat senior, Presiden Obama memutuskan program Stuxnet dilanjutkan.

EditorErvan Hardoko
SumberSky News
Komentar

Terkini Lainnya

Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Nasional
Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Megapolitan
Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Internasional
Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute 'Torch Relay' Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute "Torch Relay" Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Megapolitan
Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Internasional
Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Megapolitan
Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Regional
Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Megapolitan
Eks Koruptor Nekat 'Nyaleg', MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Eks Koruptor Nekat "Nyaleg", MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Nasional
Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Megapolitan
Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Nasional
Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Nasional
Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Megapolitan
Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Nasional
Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak 'Fair'

Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak "Fair"

Megapolitan

Close Ads X