Kompas.com - 24/06/2013, 18:27 WIB
EditorErvan Hardoko


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Organisasi hak asasi manusia, Human Right Watch (HRW), Senin (24/6/2013), merilis laporan terbaru yang menyebutkan anak-anak pengungsi yang berusaha mencari suaka mendapat perlakuan buruk di pusat-pusat detensi Indonesia.

Laporan HRW berjudul "Hampir Bertahan: Penahanan, Penyalahgunaan, Penelantaran Anak Pengungsi di Indonesia" ini mengambarkan perlakuan buruk otoritas Indonesia terhadap para pencari suaka dan anak-anaknya di rumah detensi yang ada di Indonesia.

Peneliti dari HRW mewawancarai sekitar 100 pengungsi yang berusia antara 5 tahun hingga 66 tahun. 

Dalam laporannya disebutkan, para pengungsi mengatakan bahwa penjaga rumah detensi kerap menendang, memukul, dan menampar, baik mereka maupun tahanan lainnya.

“Penjaga rumah detensi mengikat atau menyumpal mulut pengungsi, lalu memukuli mereka dengan tongkat, menyundutkan rokok, atau menyetrum mereka dengan listrik," kata laporan itu. 

Alice Farmer, peneliti anak dari HRW kepada Radio Australia bercerita mengenai seorang anak laki-laki Afganistan yang usahanya mencari suaka ke Australia berakhir karena perahu yang dia tumpangi bersama para pengungsi lain karam.

"Anak itu bercerita, tidak ada kesempatan hidup bagi dia di Indonesia, tidak ada masa depan sama sekali di sini (Indonesia),” kata Farmer.

“Saya kira jika kondisinya lebih baik di Indonesia, anak laki-laki seperti Arif pasti tidak ingin melanjutkan perjalanan ke Australia lagi.”

HRW mengatakan ada lebih dari 1.000 anak yang tidak ditemani tiba di Indonesia pada tahun 2012.

Anak-anak ini bepergian tanpa orangtua atau orang dewasa lainnya, dan kini menjadi tak berstatus.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.