Kompas.com - 21/06/2013, 10:09 WIB
Warga Gaza membawa jenazah Suhaib Hijazi (2 tahun) dan Muhammad (3 tahun), yang tewas di rumah mereka yang hancur dalam serangan rudal Israel, 20 November 2012. Ayah mereka Fouad juga tewas. AFP PHOTO / Dagens Nyheter/ PAUL HANSENWarga Gaza membawa jenazah Suhaib Hijazi (2 tahun) dan Muhammad (3 tahun), yang tewas di rumah mereka yang hancur dalam serangan rudal Israel, 20 November 2012. Ayah mereka Fouad juga tewas.
EditorEgidius Patnistik

GENEVA, KOMPAS.COM — Badan pemantau hak asasi manusia PBB menuduh polisi dan militer Israel melakukan pelanggaran terhadap anak-anak Palestina. Pelanggaran itu berkisar dari penyiksaan yang menyebabkan ancaman kematian dan kekerasan seksual di penjara-penjara.

Dalam sebuah laporan tentang catatan hak asasi manusia (HAM) Israel, Komite PBB tentang Hak Anak menyatakan "keprihatinan mendalam terkait praktik penyiksaan yang dilaporkan dan perlakuan buruk terhadap anak-anak Palestina yang ditangkap, diadili, dan ditahan militer dan polisi."

Komite itu, sebagaimana dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (21/6/2013), mengatakan bahwa para tentara Israel menangkap para pemuda Palestina secara teratur selama patroli malam hari, mengikat tangan mereka dengan cara yang menyakitkan dan menutup mata mereka, serta sering menjebloskan mereka ke pusat-pusat penahanan tanpa memberi tahu para orangtua mereka. Laporan itu juga mengatakan bahwa anak-anak Palestina yang ditangkap itu secara sistematis menjadi sasaran pelecehan fisik dan verbal, diancam dengan kematian, mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual, serta memiliki akses terbatas pada toilet, makanan, dan air.

"Kejahatan-kejahatan itu dilakukan sejak penangkapan, selama proses perpindahan dan interogasi, demi mendapatkan pengakuan sebagaimana dikemukakan beberapa tentara Israel, serta selama penahanan pra-sidang pengadilan," tulis komite tersebut.

Badan itu memperoleh informasinya dari badan-badan HAM PBB lainnya, sumber-sumber militer, serta kelompok HAM Israel dan Palestina. Menurut laporan itu, Israel tidak menanggapi permintaan informasi komite itu terkait tuduhan pelanggaran tersebut.

Selain menyoroti pelanggaran di wilayah Palestina, laporan itu juga menyatakan keprihatinan pada jumlah anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Dikatakan bahwa sekitar 7.000 anak usia 12 sampai 17 tahun, tapi kadang-kadang ada yang berusia 9 tahun, telah ditangkap, diinterogasi, dan ditahan sejak tahun 2002. Rata-rata dua orang per hari. Kebanyakan dari mereka diciduk setelah dituduh melemparkan batu kepada pasukan Israel dan para pemukim Yahudi. Pelanggaran semacam itu dapat dikenai hukuman hingga 20 tahun penjara.

April lalu, sebanyak 236 anak berada di pusat-pusat penahanan militer. Puluhan dari mereka berusia antara 12 dan 15 tahun, kata laporan itu, yang mengambil data dari UNICEF dan kelompok hak asasi Israel, B'tselem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel menolak temuan laporan itu. Juru bicara itu mengatakan, laporan tersebut "tidak berdasarkan pada penyelidikan langsung di lapangan." "Dalam kasus ini, kita tidak berbicara tentang investigasi apa pun," katanya.



Sumber smh.com.au
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.