Salin Artikel

Kabar Dunia Sepekan: Kim Jong Un ke China dan Saling Usir Diplomat Rusia

Berikut ini rangkuman sejumlah berita dari Senin (26/3/2018) hingga Jumat (30/3/2018), yang barangkali menarik untuk kembali disimak di akhir pekan.

1. Aksi Damai Warga AS Tuntut Pengetatan Kepemilikan Senjata Api

Menanggapi maraknya kabar penembakan yang terjadi di sejumlah wilayah di Amerika Serikat, ratusan ribu warga AS melakukan aksi turun ke jalan di sejumlah kota besar.

Mereka menyerukan tuntutan agar pemerintah melakukan pengetatan terhadap kepemilikan senjata api.

Aksi yang diberi tajuk "The March For Our Lives" itu bermunculan di pesisir timur AS dan menyebar hingga pesisir barat.

Di Washington DC, kerumunan massa yang sebagian besar adalah remaja dan anak-anak berkumpul di sepanjang Pennsylvania Avenue sembari membawa beragam poster yang bertuliskan kalimat memprotes peraturan kepemilikan senjata api.

Tak hanya aksi warga, unjuk rasa juga diisi dengan orasi dan diselingi penampilan sejumlah penyanyi terkenal, seperti Ariana Grande dan Miley Cyrus.

Untuk informasi selengkapnya, silakan Anda baca di tautan ini.

2. Pasukan Saudi Halau Tujuh Rudal Pemberontak Yaman

Pada Minggu (25/3/2018) malam pekan lalu, wilayah Arab Saudi mendapat serangan tujuh rudal yang diyakini diluncurkan oleh pemberontak Yaman.Beruntung, ketujuh rudal tersebut dapat dihalau dan diledakkan sebelum mencapai target.

Dilaporkan rudal mengincar sejumlah kota besar di Arab Saudi, seperti ibu kota Riyadh, kota Khamis Mushait, Jizan, dan Najran.

Meski dapat diledakkan dengan sistem anti-rudal, namun serpihan misil yang jatuh ke permukiman telah menewaskan seorang warga Mesir dan melukai dua rekan senegaranya.

Kerajaan Saudi menuduh rudal ditembakkan oleh kelompok Houthi dan Iran sebagai pemasok persenjataan tersebut, yang langsung dibantah tegas oleh Teheran.

Sejumlah pemerintahan negara di dunia turut mengecam serangan tersebut.

Tertarik mengetahui kabar selengkapnya, bisa Anda simak di sini.

Kabar politik internasional yang tengah hangat diperbincangkan saat ini adalah terkait perkembangan kasus serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya.

Isu tersebut berkembang hingga menjadi perang diplomatik antara Rusia dengan Inggris, AS dan sejumlah negara-negara Eropa.

Bermula dari London yang meyakini adanya peran Moskwa dalam serangan racun saraf tersebut, hingga akhirnya memutuskan mengusir 23 diplomat Rusia.

Tindakan pengusiran itu dibalas Moskwa yang juga memerintahkan 23 staf diplomatik Inggris meninggalkan Rusia. Namun masalah berkembang dengan pengusiran diplomat Rusia yang semakin luas.

Hingga akhirnya 27 negara mendukung Inggris dan ikut mengusir diplomat Rusia dari wilayah negara mereka. Total mencapai 150 diplomat Rusia yang diusir dari berbagai negara.

Bagaimana kabar selengkapnya? Bisa Anda baca di sini.

4. Lawatan Kim Jong Un ke China

Berita menarik lainnya pekan ini adalah kabar kunjungan mendadak Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ke China dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Kabar lawatan pemimpin tertinggi negara tertutup itu bermula dari penampakan sebuah kereta berwarna hijau yang tiba di Stasiun Beijing, China, pada Senin (26/3/2018).

Dilansir dari CNN, Selasa (27/3/2018), kereta bergaya kuno dengan garis horizontal kuning tersebut pernah dipakai oleh ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, untuk bepergian ke luar negeri.

Sehari setelah kabar kunjungan tersebut, media China, Xinhua, merilis gambar pertemuan antara Kim Jong Un dengan Presiden Xi. Kim dikabarkan berada di Beijing untuk memenuhi undangan dari presiden.

Kunjungan itu menjadi pertama kalinya Kim Jong Un melakukan lawatan resmi ke luar negeri.

Dilansir dari Xinhua, Rabu (28/3/2018), pada kesempatan pertemuan itu, Xi menyampaikan sejumlah usulan kepada Kim untuk mempererat hubungan kedua negara.

Tertarik mengetahui informasi selengkapnya? Semua bisa Anda simak di sini.

5. Korupsi Rp 2 Triliun, Mantan Pejabat Kota di China Dihukum Mati

Seorang mantan wakil wali kota sebuah wilayah miskin di Provinsi Shanxi, China, diputus bersalah atas kasus tindak pidana korupsi.

Dilaporkan SCMP, Rabu (28/3/2018), Pengadilan Rakyat Tingkat Menengah di kota Linfen menjatuhkan hukuman mati terhadap Zhang Zhongsheng.

Zhang mendapat julukan "Godfather" karena mempunyai pengaruh dan kekuasaan kuat di kota Luliang.

Dalam putusannya, pengadilan rakyat menyebut bahwa Zhang melakukan keserakahan yang sangat parah ketika menerima suap sebesar satu miliar yuan, atau Rp 2,1 triliun.

Zhang didakwa menerima 18 suap dalam kurun 1997 sampai 2013, baik melalui uang tunai maupun properti.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan Anda klik di tautan ini.

https://internasional.kompas.com/read/2018/03/31/11072741/kabar-dunia-sepekan-kim-jong-un-ke-china-dan-saling-usir-diplomat-rusia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.