Salin Artikel

Paus Fransiskus Soroti Masalah Korupsi di Amerika Latin

"Budaya politik di Amerika Latin lebih sakit daripada disebut sehat," katanya kepada uskup dari seluruh Peru, seperti dilansir dari AFP, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, partai politik dan pemerintahan Peru sedang mengalami masalah terkait ketidakjujuran dan korupsi.

"Politik sedang dalam krisis, dan yang paling krisis ada di Amerika Latin. Apa yang salah dengan Peru ketika seorang yang selesai menjadi presiden, malah berakhir di balik jeruji besi?" ucapnya.

"(Ollanta) Humala mendekam di penjara, (Alejandro) Toledo dipenjara (sekarang tinggal di AS menunggu ekstradisi), (Alberto) Fujimori juga ditahan sampai sekarang, Alan Garcia belum tahu apakah masih dipenjara atau tidak. Apa yang salah secara moral?" ujar paus.

"Jika kita membiarkan diri kita dipimpin oleh orang yang hanya berwacana soal korupsi, kita sudah selesai," kata paus asal Argentina ini.

Seperti diketahui, Desember 2017, Presiden Peru Pablo Kuczynski memberikan pengampunan kepada bekas diktator Alberto Fujimori.

Mantan presiden Peru itu sejak beberapa waktu terakhir mendapat perawatan intensif karena kondisi kesehatannya memburuk.

Fujimori menghabiskan lebih dari satu dekade dipenjara karena dengan kejam menindak saingan politik dan melakukan korupsi.

Pada Sabtu (20/1/2018), Paus Fransiskus telah mendesak umat di Amerika Latin untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan yang merajalela di Amerika Latin.

"Saya ingin mengundang Anda untuk memerangi kasus kekerasan terhadap perempuan, dari pemukulan sampai pemerkosaan, hingga pembunuhan," kata paus di sebuah misa, di kota Trujillo, Peru.

PBB melaporkan setengah dari 25 negara dengan jumlah pembunuhan terhadap perempuan terbanyak berada di Amerika Latin.

Pada Jumat (19/1/2018), paus juga memberi peringatan keras terkait masa depan hutan hujan dan suku asli.

Ribuan penduduk asli itu telah melakukan perjalanan untuk menemui paus dari seluruh wilayah cekungan Amazon di Peru, Brasil, dan Bolivia. Mereka bertemu dengan paus di kota Puerto Maldonado, Peru.

Paus Fransiskus memulai kunjungannya ke Amerika Latin di Chile, Senin (15/1/2018)

Di Chile, dia menyoroti nasib para imigran yang rentan, meminta maaf kepada korban pelecehan seksual oleh pastor Katolik, dan meminta perlindungan masyarakat adat Chile yang dianiaya.

https://internasional.kompas.com/read/2018/01/22/11313051/paus-fransiskus-soroti-masalah-korupsi-di-amerika-latin

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.