Mulai Tahun Depan, Pulau "Haram bagi Perempuan" di Jepang Ditutup - Kompas.com

Mulai Tahun Depan, Pulau "Haram bagi Perempuan" di Jepang Ditutup

Kompas.com - 16/07/2017, 21:03 WIB
Pulau Okinoshima, Jepang.STR / JIJI PRESS / AFP Pulau Okinoshima, Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com – Para pengunjung tidak akan diizinkan lagi memasuki pulau Warisan Dunia UNESCO di Jepang, yang hanya untuk laki-laki itu, mulai tahun depan.

Di Pulau kecil Okinoshima, perempuan dilarang masuk dan pengunjung laki-laki harus mandi telanjang di laut sebelum mengunjungi kuil. Kini, daerah tersebut telah dijadikan situs Warisan Dunia UNESCO sejk pekan lalu.

Jumlah pengunjung yang dibolehkan masuk di pulau yang berada di Laut Jepang (Laut Timur) itu juga dibatasi. Tahun ini ada 200 orang yang diizinkan masuk.

Mereka yang masuk untuk mengikuti festival tahunan selama dua jam itu pun harus mematuhi sejumlah peraturan yang sangat ketat.

Baca: Sebuah Pulau di Jepang "Haramkan" Kunjungan Perempuan

Pihak Munakata Taisha, kuil yang memiliki Okinoshima, memutuskan untuk melarang siapa pun berkunjung selain para pendeta untuk melindungi pulau itu dari kerusakan, kata juru bicara kuil tersebut.

"Pelestarian ketat harus dilakukan sekarang setelah pulau tersebut terdaftar di UNESCO," katanya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Agence France-Presse (AFP).

"Akan berisiko jika 200 pengunjung terus masuk ke pulau itu," ujar pihak pengelola, menambahkan bahwa Okinoshima adalah pulau yang dilindungi oleh pendeta Shinto.

Pulau tersebut secara permanen dijaga oleh seorang pendeta Shinto yang berdoa kepada dewi pulau itu, sebuah tradisi yang dipertahankan selama berabad-abad.

Walaupun begitu, para akademisi tetap diizinkan mendarat di sana untuk riset dan tujuan pelestarian, tambah sang juru bicara.

Baca: Kota Tua Hebron Jadi Warisan Dunia, Israel Protes

Pulau itu berada di lepas pantai barat laut Kyushu dan merupakan bagian selatan dari empat pulau utama di Jepang.

Pulau itu merupakan jendela penting untuk perdagangan luar negeri Jepang sejak zaman kuno, yang merupakan bagian rute yang menghubungkan negara kepulauan itu ke Semenanjung Korea dan China. 

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X