Lempar Muslimah Pakai Botol Bir, Pria Ini Diseret ke Meja Hijau - Kompas.com

Lempar Muslimah Pakai Botol Bir, Pria Ini Diseret ke Meja Hijau

Kompas.com - 12/07/2017, 16:38 WIB
Adam David Peters di luar gedung pengadilan Fremantle.


ABC News: Irena Ceranic Adam David Peters di luar gedung pengadilan Fremantle.

PERTH, KOMPAS.com - Adam David Peters, warga Perth, Australia diadili karena melempar seorang muslimah dengan botol bir di salah satu pusat perbelanjaan di pinggiran Ibu Kota Australia Barat itu.

Peters berdalih, muslimah tersebutlah yang menyerangnya lebih dulu, setelah Peters mengucapkan "Selamat Natal" kepada dia.

Lelaki 33 tahun itu merasa tak bersalah atas tuntuan melakukan serangan terhadap Hulya Candemir di pusat perbelanjaan Beeliar Village pada 16 Desember 2016.

Dalam persidangan di Pengadilan Fremantle, lelaki itu mengaku melempar botol setelah wanita 34 tahun itu melabrak wajahnya dengan tas belanja.

Peters juga mengatakan lemparannya itu tidak keras.

Candemir -yang mengenakan jilbab pada saat serangan tersebut, memberi kesaksian bahwa perbuatan terdakwa merupakan kejahatan kebencian.

"Masalah dia dengan saya adalah karena saya seorang wanita Muslim," kata perempuan itu dalam persidangan.

"Dia itu sampah 'kulit putih', yang bermasalah dengan orang-orang Muslim," tambah Candemir.

Disebutkan, Candemir meninggalkan pusat perbelanjaan sekitar pukul 20.45 saat Peters - yang saat itu bersama pasangan dan anak perempuannya -sedang duduk sambil minum bir.

Candemir mengaku mendengar Peters menyuruh salah satu anaknya untuk mengucapkan "Selamat Natal" kepada Candemir.

Dia mengatakan anak kecil itu kemudian melakukannya -yang menurut pengakuan Candemir, dia menjawab dengan, "sama-sama sayang, selamat berlibur".

Dalam persidangan, Candemir menjelaskan, Peters memberinya tatapan keras dan mengatakan "bukan, Selamat Natal".

Candemir mengaku bahwa dia menjawab "Sama-sama, Selamat Natal juga untuk Anda" - yang menurut dia dijawab oleh Peters dengan perkataan amat kasar.  

Pertengkaran pun terjadi di antara mereka. Candemir menuduh Peters melontarkan ancaman pembunuhan, sebelum akhirnya lelaki itu melemparkan botol bir, memukul bahu, dan punggung Candemir.

Peters membantah tuduhan telah memprovokasi Candemir hanya karena dia adalah seorang Muslim.

Dia juga mengaku, dialah yang mengucapkan Selamat Natal kepada Candemir, bukan putrinya.

Peters lalu mengaku mendengar Candemir mengatakan "selamat berlibur", dan dia merasa perlu memperbaikinya.

Hal itulah yang menurut Peters, memicu respons kemarahan dari Candemir.

Dia membantah memprovokasi Candemir karena beragama Islam. Dalam persidangan dia mengatakan tidak menyadari bahwa jilbab Candemir merupakan pakaian menurut aturan keagamaan.

Peters mengatakan, Candemir kemudian membuka jilbabnya dan bertanya apakah Peters ingin melihat rambutnya dan juga "pantatnya". Kemudian dia memukul wajah Peters dengan tas belanja.

Candemir menghubungi polisi setelah kejadian tersebut.

Dia terus mengikuti Peters sehingga bisa memberi tahu petugas ke arah mana Peters pergi.

Namun terdakwa, kata Candemir, mulai melemparinya dengan batu sehingga memaksanya mundur.

Baca: Empat Wanita Berjilbab Diserang di Sydney, Ratusan Mahasiswa Protes

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X