Hollande Sebut Penembakan di Paris Tampaknya Aksi Teror - Kompas.com

Hollande Sebut Penembakan di Paris Tampaknya Aksi Teror

Kompas.com - 21/04/2017, 11:06 WIB
AFP Serangan teror terbaru di Paris, Perancis, terjadi pada Kamis (20/4/2017) malam. Satu polisi tewas dan dua lainnya terluka. Pelaku juga tewas ditembak polisi setelah penyerangan itu.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis, Francois Hollande, Jumat (21/4/2017), mengatakan, semua tanda menunjukkan, serangan Kamis (20/4) malam di Champs-Elysees, Paris, tampaknya aksi teror.

Serangan itu menewaskan seorang polisi dan mencederai dua polisi yang lain, sebagaimana dilaporkan kantor berita Perancis, Agence France-Presse, dan media Inggris, Daily Mirror.

Pelaku, yang kemudian diidentifikasi sebagai Karim Cherfi, tewas ditembak pasca-serangan itu.

Karim Cherfi alias “Abu Yousuf si Belgia” pernah dipenjara selama 20 tahun karena serangan serupa kepada polisi, lebih dari 10 tahun lalu.

Baca juga: Serang Menarget Polisi Perancis Diklaim ISIS, Satu Tewas dan Dua Orang Terluka

Hollande, sebagaimana disiarkan televisi Perancis, mengatakan, keamanan akan diperketat menjelang pemilu presiden, Minggu (23/4/2017).

“Kita akan amat waspada, terutama terkait dengan pilpres,“ kata Hollande dalam pidato di televisi.

Hollande juga mengumpulkan semua anggota kabinetnya untuk mengikuti rapat darurat. Selain merespons serangan teror itu, juga persiapan pengamanan pilpres.

Serangan terbaru kepada polisi itu terjadi tiga hari menjelang pilpres putaran pertama pada Minggu (23/4/2017).

Baca juga: Penyerang Paris adalah “Teroris ISIS yang Pernah Dibui 20 Tahun"

Menurut polisi, Karim Cherfi yang berusia 39 tahun itu juga pernah mengeluarkan ancaman gelap untuk membunuh lebih banyak polisi lewat layanan pesan instan, Telegram.

Pembunuh kelahiran Perancis itu tinggal di apartemen Seine-et-Marne di Chelles, sebuah kota komuter yang dekat dengan Paris.

Polisi telah menutup sebagian besar Champs-Elysees, salah satu jalan yang ramai dan terkenal di dunia yang digemari warga dan turis asing karena banyak terdapat toko dan restoran.

Baca juga: Kerap Jadi Sasaran Serangan Teror, Ada Apa dengan Perancis?

Presiden AS Donald Trump mengatakan penembakan fatal di Paris “tampak seperti serangan teroris lainnya,” demikian VOA Indonesia.

Trump juga menyampaikan duka cita dari warga AS kepada rakyat Perancis dan menyebut serangan itu sangat buruk,  tidak pernah berhenti, dan rakyat harus tegas dan waspada.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar