Migran Afrika Diperdagangkan di Pasar Budak Libya - Kompas.com

Migran Afrika Diperdagangkan di Pasar Budak Libya

Kompas.com - 11/04/2017, 15:54 WIB
Reuters/Luc Gnago Migran Gambi pulang ke rumah mereka dari Libya dengan membawa kantong dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

TRIPOLI, KOMPAS.com - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan, saat ini masih terjadi penjualan manusia di pasar-pasar ternak di

Libya. Penjualan orang tersebar luas di Libya, negara besar Afika utara itu, namun dalam kondisi rawan sejak penggulingan Moammar Khadafy pada tahun 2011.

Pasar budak di Libya itu umumnya menjajakan imigran dari Afrika barat. Keamanan Libya sendiri sebenarnya masih belum stabil sejak penggulingan Khadafy tersebut.

Menurut IOM, migran Afrika barat sedang diperjualbelikan secara terbuka di zaman modern ini dan hal itu paling banyak terjadi di Libya, seperti dilaporkan The Guardian, Senin (10/4/2017).

Informasi itu disampaikan imigran yang selamat dari perdagangan orang. Mereka mengisahkannya kepada badan migrasi PBB tersebut, organisasi yang membantu mereka kembali ke rumahnya.

Orang-orang Afrika barat yang sempat diperdagangkan ke Libya telah melaporkan bagaimana mereka mengalami kekerasan, pemerasan, dan kerja paksa.

Hal yang aneh, bahwa perdagangan manusia di depan umum seperti binatang justru dilihat sebagai hal yang biasa atau dianggap normal.

 “Laporan terbaru tenang adanya ‘pasar budak’bagi para migran itu menambah panjang daftar kebiadaban [di Libya],” kata Mohammed Abdiker, Direktur Operasi dan Keadaan Darutat IOM.

 “Situasi ini mengerikan. Semakin IOM terlibat di Libya, semakin banyak kita belajar bahwa Libya adalah adalah lembah air mata bagi begitu banyak migran.”

Libya, negara di Afrika utara itu merupakan pintu keluar utama bagi pengungsi dari Afrika yang mencoba untuk mencapai kapal laut atau perahu yang akan membawa mereka ke Eropa. 

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM