47 Tengkorak Manusia Kembali Ditemukan di Meksiko - Kompas.com

47 Tengkorak Manusia Kembali Ditemukan di Meksiko

Kompas.com - 20/03/2017, 21:06 WIB
SERGIO HERNANDEZ/AFP Keluarga korban dan petugas penyidik berkumpul di sisi lahan yang menjadi kuburan massal di pinggiran Kota Veracruz, Negara bagian Veracruz State, Meksiko, 16 Maret 2017. Setidaknya 242 mayat ditemukan di dalam 124 lubang.

MEXICO CITY, KOMPAS.com – Aparat kejaksaan Meksiko mengatakan, penyidik menemukan tengkorak milik 47 terduga korban perang narkoba di negara bagian Veracruz.

Kantor berita Reuters, Senin (20/3/2017), melaporkan bahwa penemuan itu terjadi pada Minggu (19/3/2017) setelah sebelumnya petugas menemukan 250 tengkorak manusia di kuburan massal yang berbeda, yang digunakan oleh kartel narkoba.

Veracruz, yang terletak di pantai Teluk Meksiko, telah lama mencoba mengatasi geng-geng kriminal, yang memperebutkan perdagangan obat terlarang yang menguntungkan dan rute penyelundupan migran.

Seraya memberikan rincian tentang penemukan terbaru yang mengerikan itu, jaksa penuntut umum Jorge Winckler, mengatakan, tengkorak dan sisa-sisa beberapa bagian tubuh itu digali dari delapan kuburan tak bertanda.

Letak delapan kuburan itu berdekatan di area seluas 120 meter persegi, sekitar 10 kilometer dari kota Alvarado, Veracruz.

Winckler mengatakan, penyidik telah positif mengidentifikasi satu dari tiga orang anggota keluarga, yang hilang sejak September 2016, dan sisa-sisa jasad dua orang lainnya.

"Pekerjaan terus berlanjut," kata Winckler dalam konferensi pers, seraya bersumpah untuk melacak pelaku.

Hanya beberapa hari sebelumnya, penyidik mengangkat lebih dari 250 tengkorak dari kuburan tak bertanda lainnya yang terletak 60 kilometer lebih jauh ke utara di negara bagian Teluk Veracruz.

Lokasi pemakaman itu ditemukan oleh kerabat orang yang hilang yang tidak sabar dengan respon apatis pejabat.

Para kerabat itu kemudian melakukan pencarian mereka sendiri untuk menemukan anggota keluarganya yang hilang.

Kelompok keluarga orang yang hilang itu 'telah mengungkap reaksi pemerintah yang lambat dalam menangani pelanggaran hak asasi dan korban.

Mantan Gubernur Veracruz, Javier Duarte, yang termasuk anggota partai yang berkuasa di negara itu, telah menjadi buronan, melarikan diri dari tuduhan terlibat kejahatan terorganisir.

Secara terpisah, kantor Jaksa Agung Veracruz pada hari Minggu mengatakan sedang menyelidiki pembunuhan seorang wartawan, Ricardo Monlui, yang ditembak mati di kota Yanga.

Veracruz adalah negara bagian paling berbahaya di Meksiko untuk wartawan. Komite untuk Melindungi Wartawan mengatakan pada tahun 2016 setidaknya enam wartawan telah dibunuh karena pekerjaan mereka sejak 2010, ketika Duarte berkantor.

Komite itu menambahkan jika pihaknya sedang menyelidiki sembilan kasus lain.

Kuburan massal yang berisi korban kejahatan terorganisir telah merusak reputasi Meksiko selama bertahun-tahun, dengan sejumlah jenazah ditemukan di lokasi terpisah di kawasan utara negara itu pada 2010 dan 2011 selama meningkatnya kekerasan geng narkoba.

Presiden Enrique Pena Nieto yang menjabat pada akhir 2012 berjanji untuk mengatasi kekerasan geng, tapi setelah beberapa awal keberhasilan, jumlah pembunuhan mulai naik lagi, dan tahun lalu adalah masa paling berdarah di bawah pemerintahannya sampai saat ini.

Peristiwa hilangnya 43 siswa pada September 2014 menodai rekam jejaknya.

Sejauh ini hanya satu sisa-sisa jenazah dari para siswa yang diklaim pemerintah dibunuh oleh geng narkoba yang bekerja sama dengan polisi yang korup itu yang telah diidentifikasi secara definitif.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM