Seorang Pria Bersenjata Ditembak Mati di Bandara Orly Paris - Kompas.com

Seorang Pria Bersenjata Ditembak Mati di Bandara Orly Paris

Kompas.com - 18/03/2017, 17:05 WIB
Metro/Getty Satuan serbu Polisi Perancis mengamankan area bandara Orly Paris, Sabtu (18/3/2017) menyusul penembakan seorang pria oleh pasukan keamanan Perancis.

PARIS, KOMPAS.com -  Petugas keamanan Bandara Internasional Orly, Paris, Perancis, Sabtu (18/3/2017),  menembak mati seorang pria yang mengambil senjata dari seorang tentara.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan, dalam insiden itu tidak ada yang terluka akibat ulah pria tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse.

Para saksi mata mengatakan, bandara dikosongkan setelah penembakan yang terjadi pada Sabtu sekitar pukul 08.00 waktu setempat atau pukul 14.00 WIB.

"Seorang pria mengambil senjata dari seorang tentara lalu bersembunyi dalam sebuah tokoh di dalam bandara sebelum ditembak mati oleh pasukan keamanan,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, sambil menambahkan, tidak ada yang terluka selain pelaku.

Tidak dijelaskan secara pasti bagaimana pria tersebut bisa mengambil senjata dari seorang tentara. Entahkan diambil tanpa disadari sang tentara, ataukah dengan cara merampasnya.

Menurut juru bicara, Le Roux akan mengunjungi bandara yang terletak di pinggiran selatan Paris tersebut.

"Kami sedang mengantri untuk check-in buat penerbangan ke Tel Aviv (Israel) ketika kami mendengar tiga atau empat tembakan di dekat kami," kata seorang saksi, Franck Lecam.

Menurut pria berusia 54 tahun itu, para petugas bandara langsung mengevakuasi semua orang di sana, mengonfirmasi seorang pekerja di bandara yang berbicara sebelumnya.

"Kami semua berada di luar bandara, sekitar 200 meter dari gerbang masuk,” kata Lecam.

"Di sana ada banyak polisi, petugas darurat, dan tentara berada di berbagai arah di bandara. Petugas keamanan mengatakan kepada kami bahwa penembakan itu terjadi di dekat gate 37-38, tempat di mana layanan penerbangan Turkish Airlines dijadwalkan."

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X