Netanyahu Akan Bertemu Putin untuk Cegah Pengaruh Iran di Suriah - Kompas.com

Netanyahu Akan Bertemu Putin untuk Cegah Pengaruh Iran di Suriah

Kompas.com - 06/03/2017, 18:52 WIB
AP Photo/Jim Hollander Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiskusi tentang krisis Suriah dan hubungan Israel-Palestina.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa pada Kamis (9/3/2017) untuk menentang upaya Iran mendapatkan pengaruh militer permanen di Suriah.

"Iran berupaya membangun pangkalan militer di Suriah, baik untuk pasukan darat maupun laut, dan juga membuka garis pertempuran dengan kami di Dataran Tinggi Golan," kata Netanyahu kepada anggota kabinetnya, Minggu (5/3/2017).

"Saya akan menyatakan kepada Presiden Putin bahwa kami sangat menentang upaya itu," kata dia sebagaimana dilaporkan Reuters.

Iran, pesaing besar Israel di Timur Tengah, selama ini menjadi pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mengirim militan untuk membantunya menang dalam perang saudara.

Sementara Rusia, yang juga sekutu Assad, dinilai sebagai kekuatan utama, yang menentukan masa depan perdamaian di Suriah.

Akhir pekan lalu di Geneva, Swiss, perundingan damai oleh PBB terkait Suriah berakhir tanpa kesepakatan setelah berlansung selama satu tahun.

Sejumlah pemimpin Israel telah menunjuk naiknya pengaruh Iran di Timur Tengah sepanjang enam tahun perang saudara di Suriah, baik melalui pasukan resmi Garda Revolusi, maupun melalui Hezbollah.

Iran beralasan harus mengirim pasukan ke Suriah untuk menjaga tempat-tempat bersejarah bagi kaum Syiah.

Namun demikian, kepala staf angkatan bersenjata negara tersebut, pada November 2016, mengatakan, pihaknya berencana untuk membangun pangkalan laut di Yaman atau Suriah dalam waktu dekat.

Tahun lalu, Avi Ditcher, Ketua Komite Urusan Pertahanan dan Luar Negeri Israel, menuding Iran telah berulang kali memindahkan pasukannya ke Dataran Tinggi Golan di Suriah yang langsung berbatasan dengan wilayah Israel yang mereka rampas pada perang Timur Tengah 1967.

Ditcher mengaku telah membalas kebijakan tersebut, namun tidak merincinya lebih jauh.

Netanyahu mengatakan, telah melancarkan puluhan serangan udara untuk mencegah penyelundupan senjata kepada kelompok bersenjata Hezbolah di Lebanon, melalui Suriah.

Dua tahun lalu, Israel dan Rusia sepakat untuk mengkoordinasikan aksi militer di Suriah untuk mencegah aksi saling tembak.

"Saya berharap kami dapat mencapai kesepahaman untuk memperkecil kemungkinan friksi di antara pasukan dua negara itu, sebagaimana yang telah kami lakukan selama ini," kata Netanyahu.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM