Meski Menderita Tumor di Pundak, Guru Ini Terus Mengajar - Kompas.com

Meski Menderita Tumor di Pundak, Guru Ini Terus Mengajar

Kompas.com - 22/02/2017, 18:47 WIB
Exclusivepix Media/Mirror Kru Lek harus hidup dengan tumor seberat 10 kilogram di pundaknya.

BANGKOK, KOMPAS.com — Inilah yang layak disebut sebagai pengabdian tanpa pamrih dari seorang guru.

Watchara Nadee atau akrab disapa Kru Lek harus hidup dengan tumor seberat 10 kilogram di pundaknya, tetapi kondisi itu tak menghalanginya untuk tetap mengajar.

Kru Lek mengetahui keberadaan tumor itu tahun lalu, tetapi saat itu dia tak terlalu memikirkannya karena tak tampak serius.

Namun, ketika pundaknya membengkak awal tahun ini, barulah Kru Lek pergi ke rumah sakit. Itu pun dia masih yakin dia hanya akan menjalani proses medis biasa.

Di tengah penderitaannya itu, Kru Lek tetap berangkat mengajar setiap hari di sekolah teknik Nakhorn Sawan, Thailand.

Dengan menjadi guru, Kru Lek mendapatkan asuransi kesehatan sebesar 100.000 baht atau hanya sekitar Rp 38 juta setahun.

Kondisi ini membuat temannya, Monk Bhin, sangat khawatir karena biaya pengobatan penyakit Kru Lek ini sangat mahal.

"Saya kira untuk menyembuhkan sakitnya ini membutuhkan biaya tiga kali lipat dari batas asuransinya," kata Bhin.

"Saat asuransi sudah mencapai batasnya, dia hanya akan mendapatkan pengobatan umum seperti yang didapat warga paling miskin," kata Bhin.

Kru Lek sendiri tak mau membuat ibunya yang kini berusi 74 tahun khawatir. Terlebih lagi, ibunya kini lumpuh dan Kru Lek adalah satu-satunya orang yang merawat sang ibu.

Karena itu, Kru Lek menutupi tumor di pundaknya dengan menggunakan selendang agar tak dilihat ibunya.

Salah satu kekuatannya untuk menghadapi penyakit ini menurut Kru Lek adalah para siswanya.

"Para murid memberi saya kekuatan untuk terus melanjutkan hidup," kata dia.  

EditorErvan Hardoko
SumberMirror
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM