Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Hari Terlupakan di Sel DEA, Mahasiswa Dapat Kompensasi 4,1 Juta Dollar AS

Kompas.com - 01/08/2013, 01:48 WIB
Palupi Annisa Auliani

Penulis

Sumber CNN.com
SAN DIEGO, KOMPAS.com — Seorang mahasiswa Universitas California terlupakan saat berada di tahanan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat selama lima hari. Atas kelalaian ini, mahasiswa tersebut mendapat kompensasi 4,1 juta dollar Amerika Serikat atau setara Rp 41 miliar.

"Ini adalah kesalahan dengan proporsi luar biasa dan tak terbayangkan," kata pengacara Julia Yoo, Selasa (31/7/2013). Mahasiswa itu adalah Daniel Chong (25), yang terpaksa sampai meminum air seninya sendiri untuk bertahan hidup selama berada di sel itu. Dia bahkan sempat menulis surat perpisahan untuk ibunya sebelum akhirnya pihak berwenang menemukannya dalam kondisi dehidrasi parah di sel tersebut.

Daniel ditahan pada 21 April 2012 ketika DEA menggerebek sebuah rumah yang diduga dipakai sebagai tempat mendistribusikan ekstasi. Pasukan gabungan menahan sembilan orang dari rumah itu dan menyita 18.000 pil ekstasi, ganja, obat resep, jamur halusinogen, serta beberapa senjata dan ribuan amunisi di rumah tersebut, berdasarkan keterangan DEA.

Baru pada 25 April 2012, seorang agen membuka pintu baja sel Daniel dan menemukan pemuda itu dalam posisi terborgol, menurut keterangan pengacara Daniel sebelumnya, Gene Iredale. Setelah dibebaskan dari tahanan, Daniel mengatakan pada KNSD yang berafiliasi dengan CNN bahwa dia mengunjungi seorang teman di rumah yang digerebek tersebut dan tak tahu apa-apa soal obat-obatan maupun senjata.

DEA: tidak pernah ada tuduhan untuk Daniel

Sementara DEA dalam pernyataan terpisah menyatakan Daniel tak pernah secara resmi ditangkap atau dikenakan tuduhan. Selama "terlupakan" di dalam sel, Daniel sudah pasrah dan bahkan siap mati. Menggunakan pecahan kaca dari gelas, dia mengukir, "Maaf, Ibu" di lengannya sebagai pesan perpisahan. Akibat "terlupakan" itu, Daniel kehilangan berat badan sebanyak 15 kilogram dan sesudahnya mengalami stres pasca-trauma yang parah.

"Dia orang terkuat yang pernah saya temui," kata Yoo. "Sebagai dampak dari kasusnya, adalah kebijakan nasional DEA yang memerintahkan setiap agen untuk memeriksa kondisi tahanan di sel," imbuh dia.

Seorang juru bicara dari kantor DEA di San Diego menolak berkomentar tentang penyelesaian insiden ini. Namun, ia mengatakan pada CNN bahwa peninjauan atas prosedur dan protokol dilakukan dan diserahkan pada kantor Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman.

Sekarang, kata Yoo, Daniel sudah kembali mengejar gelar kesarjanaannya di Universitas California. "Dia mengubah jurusan kuliahnya, dari teknik ke ekonomi, ingin segera menyelesaikan sekolah untuk mengejar karier dan merawat ibunya," ungkap Yoo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com