Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Kompas.com - 14/12/2019, 13:34 WIB
Ilustrasi rambut poni. ShutterstockIlustrasi rambut poni.

BANGKOK, KOMPAS.com - Sebuah sekolah putri di Thailand menjadi sorotan setelah beredar peraturan yang melarang murid mempunyai rambut poni.

Sorotan itu berawal dari unggahan menunjukkan sebuah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh sekolah, dan harus ditandatangani orangtua murid.

"Saya (nama orangtua) adalah orangtua dari (nama murid) sadar anak saya melanggar aturan dengan mempunyai rambut poni." Demikian isi surat pernyataan itu.

Baca juga: Anak Astrid Tiar Ternyata Fans Berat Via Vallen sampai Rela Potong Poni

Dilansir Daily Mail Jumat (13/12/2019), pihak sekolah tak memberikan alasan mengapa poni dilarang dipunyai murid.

Dalam kontrak yang diunggah di Facebook, nantinya orangtua siswa bersedia supaya poni putri mereka bakal dipotong.

Setelah dipotong, mereka tidak diizinkan lagi memiliki poni, dan harus menjepit rambut mereka supaya nampak rapi.

Surat itu menyatakan bahwa jika ada siswa yang melanggar lagi, maka mereka akan mendapat tiga peringatan sebelum dikeluarkan.

"Saya setuju untuk mematuhi aturan beserta regulasi sekolah tanpa syarat apa pun," jelas surat itu seperti dikutip Coconuts.

Unggahan itu tak menunjukkan di mana sekolah yang disorot. Tapi menurut harian Thailand Khaosod, nampaknya berasal dari region selatan.

Jika menurut pemberitaan Khaosod, sekolah yang dimaksud adalah Siyanusom, di mana direkturnya, Sunreng Srisitthichaisakul, memberikan pembelaan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X