Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/11/2019, 20:00 WIB

UDON THANI, KOMPAS.com - Seorang remaja berusia 17 tahun di Thailand dilaporkan meninggal, dengan diyakini penyebabnya adalah stroke akibat bermain game semalaman.

Piyawat Harikun bakal bermain game pertempuran di komputernya selama libur sekolah, dengan orangtuanya kini memperingatkan soal kecanduan.

Baca juga: Pembunuhan Sopir Taksi Online di Bogor, Pelaku Butuh Duit hingga Kecanduan Game

Orangtua Piyawat berujar, remaja 17 tahun itu akan menarik tirai di rumahnya di Udon Thani, Thailand, supaya bisa terus terjaga saat bermain game.

Sang ayah Jaranwit mengungkapkan, dia menemukan anaknya itu tersungkur dari kursi komputer pada Senin siang waktu setempat (4/11/2019).

Dilansir Daily Mirror Selasa (5/11/2019), Jaranwit yang merupakan seorang perwira angkatan udara berusaha membawa anaknya ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong.

Ketika ditemukan, Jaranwit mengatakan ada setumpuk kotak makan di meja, dan sebotol minuman bersoda di kakinya, dengan headphone diletakkan di atas komputer.

"Saya memanggil namanya dan terus mengguncangnya sambil berkata 'bangun, bangun'. Tapi saya tahu, dia sudah meninggal," ratapnya.

Medis yang melakukan otopsi pada jenazahnya menyatakan, Piyawat meninggal akibat stroke, yang diduga karena bermain game semalaman.

Jaranwit mengaku bahwa putranya itu adalah seorang pecandu game, dan memperingatkan orangtua lain untuk terus mengawasi buah hati mereka.

"Anak saya pintar dan nilainya cukup baik di sekolah. Tapi dia mempunyai satu masalah. Yakni kecanduannya akan permainan komputer," jelasnya.

Dia sempat memperingatkan Piyawat supaya mengurangi kebiasannya, yang dibalas dengan janji. "Tapi kini sudah terlambat," ujarnya.

Jenazah remaja itu dilaporkan bakal dibawa dari rumah sakit ke kuil Buddha terdekat, di mana Jaranwit bakal menggelar upacara pemakaman.

Baca juga: Bagaimana Kecanduan Game Online Bisa Sebabkan Gangguan Jiwa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.