Iran Berjanji Hancurkan Setiap Musuh yang Menyerang

Kompas.com - 24/09/2019, 20:08 WIB
Gambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran pada 22 September 2019 memperlihatkan Presiden Hassan Rouhani bersama dengan Kepala Staf Mayor Jenderal Mohammad Hossein Bagheri saat menghadiri parade militer Sacred Defence Week untuk mengenang perang 1980-1988 di Teheran. AFP/Iranian Presidency/HandoutGambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran pada 22 September 2019 memperlihatkan Presiden Hassan Rouhani bersama dengan Kepala Staf Mayor Jenderal Mohammad Hossein Bagheri saat menghadiri parade militer Sacred Defence Week untuk mengenang perang 1980-1988 di Teheran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Kepala staf militer Iran menegaskan, dia berjanji bakal menghancurkan setiap musuh yang berusaha menyerang negaranya, demikian dilaporkan media setempat.

"Hasil dari setiap serangan adalah kehancuran dan penahanan," ujar Mayor Jenderal Mohammad Bagheri kepada parlemen dikutip kantor berita Fars.

Baca juga: Trump Tak Menolak Bertemu Presiden Iran, tapi...

Dilansir AFP Selasa (24/9/2019), Bagheri mengatakan bahwa Iran tidak mempunyai kebencian atau sikap bermusuhan dengan negara di kawasan Timur Tengah.

Tetapi, sang kepala staf itu menduga Arab Saudi dan sekutunya, Uni Emirat Arab, "kehilangan arah" dan merencanakan plot menentang Teheran.

Komentar Bagheri terjadi setelah Iran menghadapi tuduhan dari sejumlah negara buntut serangan di pabrik minyak Saudi, Aramco, pada 14 September.

Serangan menggunakan drone dan rudal penjelajah pada dini hari waktu setempat itu sempat menghentikan setengah produksi minyak dari Saudi.

Selain itu, serangan di Aramco sempat membuat harga minyak dunia melonjak. Amerika Serikat ( AS) pun menuding Iran sebagai pelaku serangan.

Teheran menyanggah, dengan serangan tersebut diklaim oleh Houthi, kelompok pemberontak asal Yaman yang diperangi koalisi pimpinan Saudi empat tahun terakhir.

Komandan Garda Revolusi Iran menyatakan negaranya siap jika terjadi perang, dan menyebut pangkalan AS di kawasan berada dalam jarak rudal mereka.

Sementara Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menuturkan, serangan AS dan Saudi bakal membuat mereka melakukan "perang habis-habisan".

Dalam wawancara dengan CNN pekan lalu, Zarif mengungkapkan Iran tak ingin perang. Namun menegaskan mereka siap mempertahankan kedaulatan mereka.

Relasi antara Iran dan AS memanas sejak Presiden Donald Trump mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir 2015, dan menjatuhkan serangkaian sanksi.

Teheran membalas dengan mengumumkan mereka tidak akan menghormati komitmen perjanjian nukllir itu, dan memaksa Eropa untuk turun tangan meredakan situasi.

Zarif menyatakan negaranya siap dengan dialog. Namun perundingan baru akan terjadi jika Washington mencabut sanksi, dan kembali ke perjanjian nuklir 2015.

Baca juga: Hadir dalam Sidang Umum PBB, Presiden Iran Beri Pesan kepada Dunia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X