Hadir dalam Sidang Umum PBB, Presiden Iran Beri Pesan kepada Dunia

Kompas.com - 24/09/2019, 13:59 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani. AFP PHOTO / HANDOUT / IRANIAN PRESIDENCYPresiden Iran Hassan Rouhani.

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, dia akan menyampaikan pesan kepada dunia, yakni "perdamaian dan stabilitas" saat berpidato di Sidang Umum PBB.

Berbicara di New York, AS, Rouhani menyatakan dia ingin memberi tahu dunia bahwa situasi di Teluk Persia saat ini sangatlah sensitif.

Baca juga: Tiba di New York untuk Hadiri Sidang Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani Diawasi Ketat

Pernyataan Presiden Iran itu terjadi setelah negaranya disalahkan oleh Jerman, Perancis, dan Inggris sebagai pelaku serangan ke pabrik minyak Arab Saudi.

Dua fasilitas Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang pada 14 September, dan sempat menurunkan produksi minyak Saudi hingga setengahnya.

Dalam pernyataan bersama, tiga negara itu mendesak Iran supaya menerima kerangka kerja dari hasil negosiasi untuk program nuklirnya dan isu regional.

Dilansir Sky News Senin (23/9/2019), keterangan gabungan itu muncul setelah pertemuan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Pertemuan tiga pemimpin besar dunia itu mendiskusikan upaya untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015, dan mendinginkan tensi Iran dan AS.

"Sudah jelas bahwa Iran menanggung tanggung jawab atas serangan itu. Tidak penjelasan yang perlu disampaikan," demikian keterangan itu disampaikan.

Melalui Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, Teheran menyanggah klaim itu, dan menegaskan akan sangat bodoh jika mereka berniat menyerang fsilitas minyak Saudi.

Pernyataan tiga negara Eropa itu menyusul AS dan Saudi yang sebelumnya mengarahkan telunjuk mereka ke Iran. Adapun serangan itu diklaim oleh Houthi, kelompok pemberontak Yaman.

Johnson sebelumnya menyatakan, London mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam upaya militer yang dipimpin AS guna mendukung pertahanan Saudi.

Tetapi, Johnson kemudian mengatakan seharusnya Presiden Donald Trump yang harus berdialog dengan Teheran, dan berharap ada kesepakatan baru.

"Jika ada orang yang bisa menekankan perjanjian baru, itu adalah Presiden Amerika Serikat," kata PM berusia 55 tahun itu kepada NBC.

Pada Mei 2018, Trump mengumumkan AS keluar dari perjanjian nuklir yang disahkan di era pendahulunya, Barack Obama, dan kemudian menjatuhkan sanksi.

Baca juga: Ke Sidang Umum PBB, Presiden Iran Ingin Galang Dukungan demi Hadapi Kekejaman AS



Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X