Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Kompas.com - 21/09/2019, 18:02 WIB
Perkebunan kopi milik Nguyen van Tuyen di Vietnam. Tim CeritalahPerkebunan kopi milik Nguyen van Tuyen di Vietnam.

 

VIETNAM merupakan produsen kopi terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Diperkirakan, ekspor kopi Vietnam ini mencapai 3,5 miliar dollar AS sepanjang tahun 2018. Sedangkan Brazil, nilai ekspornya mencapai 5.2 miliar dollar AS di periode yang sama.

Perlu diketahui, 30 tahun lalu (1986), Vietnam hanya bisa menghasilkan 300.000 kantong berisi 60 kilogram biji kopi. Namun pada 2018, volume produksinya meroket menjadi 30 juta kantong, atau tumbuh ratusan kali lipat.

Sementara Indonesia, sebagai perbandingan, produksi kopinya hanya meningkat dari 5,9 juta kantong di 1986 menjadi 10,2 juta kantong di 2018.

Hak kepemilikan lahan—sebuah anatema di kebanyakan negara Komunis— menjadi hal penting dalam ekspansi pertanian Vietnam. Apalagi, reformasi “Doi Moi” pada 1986 menjadi sebuah babak perubahan besar pada kebijakan pertanian kolektivitas yang penuh masalah pada periode 1950-1960-an.

Baca juga: Indonesia Kaya Hasil Laut, tetapi Ekspor Ikan Kalah oleh Vietnam...

Tim Ceritalah baru-baru ini mengunjungi daerah perkebunan kopi di Dak Lak (7 jam arah timur laut dari kota Ho Chi Minh), dan menghabiskan waktu dengan Nguyen Van Tuyen, seorang veteran perang Vietnam, mantan tentara berumur 64, dan istrinya Thang.

Setelah berhenti dari militer pada 1979, Tuyen awalnya ingin kembali ke kampung halamannya, An Lao di utara.

Namun ia menyadari bahwa dia harus menghidupi keluarganya yang terus bertambah (ia akhirnya memiliki delapan anak). Dia kemudian memutuskan untuk mengadu nasib ke selatan, di kota Buon Ma Thuot untuk mencari peluang baru.

“Saya datang ke sini untuk memulai pekerjaan,” katanya.

Mulanya Tuyen bekerja sebagai buruh dan berhasil mengumpulkan uang. Lalu pada 1993, ia membeli lahan seluas 7 hektar dengan harga VND 50.000.000 (setara 4.700 dollar AS pada waktu itu). Dia kemudian menanam sayuran seperti jagung dan terong.

Pada 1994, ia beralih ke tanaman kopi. Karena tidak memiliki modal, dia melakukan semuanya sendiri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X