Punya Utang Rp 125.000, Bocah Ini Tak Dapat Jatah Makan Siang di Sekolah

Kompas.com - 12/09/2019, 16:39 WIB
Jefferson Sharpnack menceritakan kisah pilu ketika dia tidak boleh makan siang di sekolah karena masih punya utang Rp 125.000. News 5 Cleveland via New York PostJefferson Sharpnack menceritakan kisah pilu ketika dia tidak boleh makan siang di sekolah karena masih punya utang Rp 125.000.

LAKE, KOMPAS.com - Seorang bocah di Ohio, Amerika Serikat (AS), dilaporkan tidak mendapatkan jatah makan siang di sekolah karena mempunyai utang sebesar Rp 125.000.

Jefferson Sharpnack. murid SD Green di Uniontown, awalnya mengambil menu makan siang berupa stik keju, dan hendak keluar ketika ibu kantin mendekatinya.

Baca juga: Pencari Suaka Nikmati Daging Olahan Kurban untuk Makan Siang dan Malam

Tanpa basa-basi, ibu kantin langsung mengambil nampan makan siang dri tangannya, dan menggantinya dengan setangkup roti dan keju, dilansir New York Post Rabu (11/9/2019).

Aksi tak menyenangkan yang terjadi di ulang tahun ke-9 Jefferson terjadi setelah dia diketahui punya utang 9 dollar AS, atau sekitar Rp 125.000, di kantin sekolah.

Jefferson disebut baru saja pindah bersama neneknya, Diane Bailey, dan seharusnya dimasukkan ke dalam program makan siang bersubsidi, dikutip News 5 Cleveland.

Ketika mereka tengah mengurus prosesnya, Jefferson pulang sambil membawa surar bahwa dia mempunyai utang sebesar Rp 125.000 dari kantin sekolah.

Jadi, Bailey kemudian menelepon sekolah untuk mencari solusi. Dia mengira masalah itu sudah selesai hingga mengetahui sang cucu dipermalukan dengan tak diberi makan siang.

Bailey kemudian menegaskan cucunya itu tidak berutang apa-apa. Sebab, yang mempunyai masalah finansial adalah antara dirinya dengan dinas pendidikan terkait.

"Jadi dalam pertanyaan saya, jika makan siangnya diambil dengan makanannya dibuang, apakah dia tidak akan diberi makan? Sangat tidak masuk akal," keluhnya.

Kisah Jefferson kemudian menjadi viral di media sosial, dan memaksa dinas pendidikan serta sekolah untuk mengubah kebijakan dan melunak kepada Jefferson.

Pada Senin (9/9/2019), Pengawas SD Green Jeff Miller mengirim surat yang pada intinya bocah itu bakal menerima makan siang meski mempunyai utang.

"Kami sangat memahami kesulitan keuangan yang dialami keluarga dan tantangan karena biaya sarapan serta makan siang sekolah," tulis Miller dalam suratnya.

Baca juga: Aulia Curhat soal Utang, Mantan ART Prihatin hingga Tergerak Bantu Bunuh Pupung dan Dana

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X