Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Kompas.com - 21/07/2019, 18:25 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah insiden mengerikan terjadi di Sydney, Australia, di mana seorang ibu dipenggal anaknya dan disaksikan bocah berusia empat tahun.

Si anak dijerat dengan pasal pembunuhan. Polisi tidak merinci penyebab kematian si ibu. Namun menurut media lokal, dia dipenggal dalam konflik yang terjadi Sabtu (20/7/2019).

Baca juga: Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Dilaporkan AFP Minggu (21/7/2019), polisi yang tiba di lokasi mengungkapkan mereka menemukan jenazah ibunya, dan menyebut kasus itu "paling mengerikan" yang pernah ditangani.


Sementara putrinya yang berumur 25 tahun ditangkap di kebun tetangga mereka setelah diduga dia melemparkan kepala ibunya di pijakan kaki luar rumah.

Inspektur Polisi Brett McFadden dikutip Sky News menggambarkan pembunuhan itu adalah momen "paling menakutkan" yang harus dihadapi oleh anggotanya, dan menyebut luka korban "sangat luas".

McFadden menyatakan jajarannya meyakini awalnya perempuan itu terlibat argumen dengan si ibu yang oleh media setempat diidentifikasi bernama Rita Camilleri.

Ketika pertengkaran semakin menjadi, tetangga pun menelepon polisi yang segera datang, dan menemukan Camilleri sudah tewas dengan sejumlah luka.

Bocah empat tahun yang menyaksikan pembunuhan tersebut dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka kecil di kepala. Namun setelah itu, dia dibawa ke keluarganya.

Si anak yang dilaporkan bernama Jessica Camilleri sudah hadir di Pengadilan Jaminan Parramatta dan meminta supaya dirinya mendapatkan perawatan medis.

Di pengadilan via tayangan video, Jessica mengatakan dia menderita gangguan jiwa. "Saya bahkan tidak bisa membersihkan diri saya dengan darah yang menempel," ujarnya.

Lebih lanjut, McFadden menyatakan saat ini detektif tengah melakukan penyelidikan dengan mengembangkan berbagai informasi yang sudah mereka peroleh.

"Namun investigasi ini sangat sulit dan menantang. Anda juga bisa melihat apa yang kami lakukan baru dalam tahap awal sehingga perjalanan masih jauh," papar dia.

Baca juga: Berkata Ingin Jadi Perempuan, Bocah 9 Tahun Dipenggal oleh Ibunya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X