Drone AS Ditembak Jatuh Iran, Trump Perintahkan Serangan Siber

Kompas.com - 23/06/2019, 10:56 WIB
Inilah penampakan serpihan drone RQ-4A Global Hawk milik Amerika Serikat yang diklaim ditembak jatuh oleh Iran dalam tayangan bertanggal 21 juni 2019 di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Reuters TV/IRINNInilah penampakan serpihan drone RQ-4A Global Hawk milik Amerika Serikat yang diklaim ditembak jatuh oleh Iran dalam tayangan bertanggal 21 juni 2019 di sebuah lokasi yang dirahasiakan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump dilaporkan memerintahkan serangan siber setelah drone mereka ditembak jatuh oleh Iran.

Trump sebelumnya memerintahkan serangan balasan setelah Iran mengklaim menembak jatuh drone RQ-4A Global Hawk karena dianggap melanggar zona angkasa mereka.

Namun sekitar 10 menit kemudian, Trump memutuskan untuk menghentikan serangan karena dia mendapati jika tembakkan rudal itu bisa membunuh 150 orang.

Baca juga: Trump: AS Bakal Hantam Iran dengan Sanksi Besar

Dia menyebut penyerangan itu tidak sesuai. Sebaliknya, dia mengumumkan bakal memberi "sanksi besar" yang akan dipublikasikan Senin besok (24/6/2019).

Namun seperti dilansir Washington Post via AFP Sabtu (22/6/2019), diam-diam Trump mengizinkan Komando Sentral AS melakukan serangan siber balasan.

Mengutip sumber yang terlibat dalam operasi itu, serangan tersebut menyasar sistem komputer yang digunakan untuk mengontrol peluncuran roket serta rudal.

Sementara Yahoo yang mengutip dua sumber pejabat intelijen mengulas, AS menargetkan kelompok mata-mata yang bertanggung jawab melacak kapal di Selat Hormuz.

The Post memberitakan serangan yang tidak menimbulkan korban jiwa itu sejatinya merupakan respon atas serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.

Kementerian Pertahanan melalui juru bicara Heather Babb menolak membenarkan serangan yang dikabarkan sudah direncanakan selama berpekan-pekan itu.

"Karena berkaitan dengan kebijakan keamanan operasional, kami tidak mendiskusikan operasi dunia maya, intelijen, maupun perencanaannya," ujar Babb.

Tensi antara Iran dan AS sudah memanas sejak Trump mengumumkan menarik diri dari perjanjian nuklir yang dibuat di era Presiden Barack Obama pada 2015.

Pemerintahannya kemudian melakukan manuver dengan menerbitkan sanksi yang bertujuan memangkas penjualan minyak Iran dan mengganggu perekonomiannya.

Serangan siber itu bukanlah yang pertama digunakan Washington kepada Iran. Sebelumnya terdapat virus Stuxnet yang diciptakan sembilan tahun silam.

Ilmuwan Israel dan AS kemudian menggunakannya untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Teheran kemudian merespson dengan meningkatkan kemampuan sibernya.

Baca juga: Iran Eksekusi Mantan Staf Kementerian Pertahanan yang Jadi Mata-mata AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X