Pistol "Pembunuh" Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Kompas.com - 20/06/2019, 14:04 WIB
Pistol revolver yang diyakini merupakan senjata yang digunakan pelukis Vincent van Gogh untuk bunuh diri dilelang oleh Art Auction di Paris, pada Rabu (19/6/2019). AFP / FRANCOIS GUILLOTPistol revolver yang diyakini merupakan senjata yang digunakan pelukis Vincent van Gogh untuk bunuh diri dilelang oleh Art Auction di Paris, pada Rabu (19/6/2019).

PARIS, KOMPAS.com - Sebuah pistol yang diyakini digunakan pelukis terkenal Vincent van Gogh untuk menembak dirinya sendiri telah terjual dalam lelang.

Pistol jenis revolver Lefaucheux 7 milimeter yang telah berkarat tersebut terjual dengan nilai 162.500 euro atau sekitar Rp 2,6 miliar dalam lelang yang diadakan di Paris, Rabu (19/6/2019).

Pistol yang disebut sebagai "senjata paling terkenal dalam sejarah seni" itu dibeli oleh seorang kolektor pribadi melalui penawaran telepon.

Vincent van Gogh, seorang pelukis asal Belanda yang terkenal dengan gaya lukisan post-impressionist itu, dipercaya para ahli telah bunuh diri menggunakan pistol di sebuah lapangan dekat Auvers-sur-Oise, desa di utara Paris, tempatnya menghabiskan beberapa bulan terakhir dalam hidupnya, pada Juli 1890.


Baca juga: Lukisan Van Gogh Dipajang di Atas Kanvas Vans

Pistol tersebut ditemukan oleh seorang petani pada 1965 di lapangan yang sama dan setelahnya sempat dipamerkan di Museum Van Gogh di Amsterdam.

Pelelangan pistol tersebut sempat menuai kritikan dari Van Gogh Institute, yang menganggap penjualan itu sebagai komersialisasi tragedi karena tidak ada bukti pasti yang menunjukkan jika senjata itu benar terkait dengan kematian sang pelukis.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan benda itu secara resmi terkait dengan kematian Van Gogh. Kami menyesalkan komersialisasi tragedi yang seharusnya menerima lebih banyak rasa hormat," tulis pernyataan institut tersebut.

Sementara rumah lelang Art Auction, yang menggelar pelelangan mengatakan, tidak ada cara yang bisa dengan pasti meyakinkan bahwa senjata itu telah digunakan Van Gogh, selain bahwa pistol itu telah terkubur dalam tanah di lokasi kematian sang pelukis selama 75 tahun sebelum ditemukan.

Seniman Belanda yang dikenal lewat salah satu karya lukisannya yang berjudul "Bunga Matahari" itu diyakini meminjam pistol dari pemilik penginapan.

Dia kemudian menembak dirinya sendiri di lapangan sebelum kembali ke penginapan dalam keadaan terluka dan meninggal 36 jam setelahnya.

Peluru yang dikeluarkan dari dada Van Gogh diketahui adalah kaliber yang sama dengan yang digunakan pistol revolver Lefaucheux yang dilelang.

Baca juga: 14 Tahun Hilang, Dua Masterpiece Van Gogh Ditemukan di Rumah Mafia Italia

Rumah lelang Art Auction menyebut petani yang menemukan senjata itu pada 1965 mengembalikannya kepada mantan pemilik penginapan di Auvers-sur-Oise. Namun anggota keluarganya menjualnya.

"Uji teknis pada senjata itu menunjukkan jika senjata itu digunakan dan setelahnya tetap berada di tanah selama periode yang bertepatan dengan tahun 1890," kata rumah lelang.

"Seluruh petunjuk ini mengarah kepada teori bahwa senjata tersebut benar adalah yang digunakan Van Gogh untuk bunuh diri," tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X