KILAS

Di Debat DK PBB, Indonesia Tekankan Pentingnya Investasi di Pasukan Penjaga Perdamaian

Kompas.com - 09/05/2019, 11:25 WIB
Menlu RI Retno Marsudi memimpin debat terbuka Dewan Keamanan PBB DK PBB dengan tema ?Menabur Benih Perdamaian: Meningkatkan Keselamatan dan Kinerja Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB? di Markas PBB di New York, Rabu (7/5/19)Dok. Humas Kementerian Luar Negeri Menlu RI Retno Marsudi memimpin debat terbuka Dewan Keamanan PBB DK PBB dengan tema ?Menabur Benih Perdamaian: Meningkatkan Keselamatan dan Kinerja Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB? di Markas PBB di New York, Rabu (7/5/19)
KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyatakan perlunya investasi yang cukup untuk mempersiapkan kinerja pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di lapangan. 
 
Hal itu ia sampaikan saat memimpin debat terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB dengan tema “Menabur Benih Perdamaian: Meningkatkan Keselamatan dan Kinerja Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB” di Markas PBB di New York, Rabu (7/5/2019)
 
“Korps Baret Biru (Blue Helments) adalah penjaga perdamaian yang melindungi ratusan juta manusia di seluruh dunia. Mereka adalah wajah Dewan Keamanan PBB, dan salah satu potret kerja sama multilateral yang terbaik,” ujar Retno, seperti dalam keterangan tertulisnya.
 
Menlu RI kemudian menjelaskan contoh keberhasilan personil asal Indonesia di Monusco, Republik Demokratik Kongo, yang berhasil mengupayakan rekonsiliasi antara komunitas lokal dengan mantan kombatan sehingga memungkinkan reunifikasi keluarga. 
 
“Mayor Gembong beserta tim-nya dari Indonesia berhasil memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan, sehingga semakin memperkuat perdamaian," ungkap Retno kepada DK PBB
 
Oleh karena itu, lanjut Retno, pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan contoh mengenai kemitraan global, kepemimpinan kolektif, dan tanggung jawab bersama untuk perdamaian.
 
Saat ini terdapat 3.080 personil Indonesia di 8 misi perdamaian PBB dan sebanyak 106 di antaranya perempuan.
 
Adapun untuk meningkatkan kinerja, keberhasilan misi, serta keselamatan dan keamanan personil di lapangan, Menlu Retno menekankan pentingnya pemajuan pelatihan dan peningkatan kapasitas personil. 

Terkait hal tersebut, RI pun menawarkan Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian yang terletak di Indonesia sebagai pusat pelatihan pasukan perdamaian dunia.

Perlu diketahui, upaya Indonesia di DK PBB adalah bagian dari dukungan atas inisiatif “Action for Peacekeeping” Sekjen PBB. 
 
Sementara itu, terkait usah Meningkatkan Keselamatan dan Kinerja Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB, ada empat poin penting untuk mewujudkan MPP yang berdaya guna. 
 
Pertama, memperhatikan kebutuhan spesifik misi (mission-specific approach). Kedua, adanya kemampuan berinteraksi dengan komunitas lokal (community engagement).
 
Ketiga, pemajuan peranan perempuan, dan keempat penguatan pelatihan melalui kemitraan global.
 
Adapun hasil debat terbuka DK PBB tersebut adalah sidang yang telah mensahkan dokumen berupa Presidential Statement. Sedangkan isi dokuman ini adalah menekankan pentingnya pasukan penjaga keamanan PBB sabagai alat paling efektif untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. 

Kemudian memberikan dukungan terhadap upaya Sekjen PBB untuk mereformasi dan membuat pasukan penjaga perdamaian PBB lebih efektif. Dan secara khusus mengangkat arti penting pelatihan dan peningkatan kapasitas PKO untuk kesuksesan misi menjaga perdamaian dunia.
 
Pada debat terbuka DK PBB, hadir sebagai pembicara khusus Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Komandan Pasukan Monusco Letnan Jenderal Elias Rodrigues Martins Filho dan Direktur Challenges Forum International Secretariat Björn Holmberg.
 
Total ada 59 negara termasuk 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, negara kontributor MPP PBB (Troops atau Police Contributing Countries), negara tuan rumah misi, serta organisasi internasional dan kawasan seperti Uni Afrika hadiri dalam debat terbuka DK PBB tersebut.

Penyelenggaraan debat terbuka ini juga tidak terlepas dari rekam jejak Indonesia yang sekarang berada pada jajaran sepuluh besar negara-negara kontributor MPP PBB. 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X