Netanyahu: Kita Tidak Bisa Izinkan Iran Miliki Persenjataan Nuklir

Kompas.com - 08/05/2019, 20:14 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. AFP / ABIR SULTAN / POOLPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk tidak membiarkan Iran memperoleh persenjataan nuklir.

Pernyataan Netanyahu tersebut muncul setelah negara republik Islam itu menyatakan bakal meninggalkan pembatasan pada kegiatan nuklirnya, seperti yang disepakati dalam Perjanjian Nuklir 2015.

"Pagi ini dalam perjalanan ke sini, saya mendengar kabar bahwa Iran bermaksud untuk melanjutkan program nuklirnya," kata Netanyahu pada upacara tahunan memperingati tentara dan korban sipil yang gugur dari serangan militan.

"Kita tidak bisa membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir," ujarnya dalam bahasa Ibrani.


Netanyahu telah menjadi penentang utama dalam perjanjian nuklir Iran dengan negara-negara besar.

Baca juga: Iran Ancam Bakal Memproses Uranium untuk Membuat Nuklir dalam Jumlah Besar jika...

Dia juga mendukung keputusan Presiden AS Donald Trump yang menarik diri dari kesepakatan itu dan kembali menerapkan sanksi ekonomi terhadap Iran tahun lalu.

Sementara Israel telah dianggap sebagai negara degan kekuatan militer yang terdepan di Timur Tengah dan secara luas diyakini sebagai satu-satunya, jika tidak diumumkan, yang memiliki persenjataan nuklir.

Sebelumnya diberitakan, Iran mengumumkan akan meninggalkan sebagian kesepakatan dari Perjanjian Nuklir 2015.

Selain itu, Teheran bakal meningkatkan pengayaan uraniumnya jika tidak ada perjanjian baru terkait kesepakatan nuklir dalam 60 hari ke depan.

Pernyataan Iran tersebut datang tepat satu tahun setelah Presiden Trump menyatakan menarik AS dari Perjanjian Nuklir 2015, pada 8 Mei 2018.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan langkah pengayaan uranium diperlukan untuk memastikan hak dan membawa keseimbangan.

Dewan kemudian meminta kepada negara penanda tangan yang masih mendukung Perjanjian Nuklir 2015, yakni Inggris, China, Uni Eropa, Perancis, dan Jerman, untuk membawa komitmen baru dalam 60 hari mendatang.

Baca juga: Iran Ingin Berteman dengan Rival Beratnya Arab Saudi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X