Kompas.com - 15/04/2019, 18:30 WIB

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Stratolaunch, yang diklaim sebagai pesawat terbesar di dunia, telah sukses menjalani penerbangan untuk pertama kali, pada Sabtu (13/4/2019) pagi.

Pesawat buatan perusahaan peluncur roket, Stratolaunch tersebut memiliki berat 250 ton, dengan dua badan dan lebar sayap mencapai 117 meter.

Pesawat itu lepas landas untuk kali pertama pada pukul 10.00 waktu setempat dari Pangkalan Udara dan Luar Angkasa di Mojave, California.

"Penerbangan perdana tersebut berlangsung selama 150 menit sebelum pesawat kembali mendarat dengan selamat di landasan yang sama," ujar perusahaan Stratolaunch dalam pernyataannya, dikutip The Verge.

Ditambahkan perusahaan, pesawat Stratolaunch yang dirancang untuk meluncurkan roket dari udara menuju orbit tersebut mampu mencapai ketinggian 35.000 kaki atau lebih dari 10.000 meter dari permukaan tanah.

Baca juga: “Sayap Terbang”, Mungkinkah Jadi Pengganti Pesawat di Masa Depan?

Pesawat tersebut akan menjatuhkan roket yang langsung menyalakan mesinnya dan meluncur menuju orbit. Tapi tidak ada roket yang terpasang dalam penerbangan perdana itu.

Meski belum melakukan uji coba untuk peluncuran roket, dilaporkan bahwa perusahaan itu telah menandatangani kesepakatan dengan satu perusahaan, yakni Northrop Grumman, yang ingin menggunakan Stratolaunch untuk mengirimkan roket Pegasus XL ke luar angkasa.

"Ini sungguh momen emosional bagi saya, secara pribadi, untuk menyaksikan burung raksasa ini terbang," kata CEO Stratolaunch, Jean Floyd.

Dilansir The Verge, dalam uji terbang perdana tersebut, pesawat telah menunjukkan kinerjasesuai dengan yang diharapkan, dengan mencapai kecepatan maksimum 280 kilometer per jam dan mencapai ketinggian 15.000 kaki (sekitar 4.500 meter).

"Penerbangan berjalan lancar dan itulah yang Anda inginkan untuk penerbangan pertama," kata pilot uji coba, Evan Thomas.

"Pesawat dapat terbang seperti yang telah kita simulasikan dan sesuai dengan yang kita prediksikan," tambahnya.

Penampakan pesawat terbesar di dunia, Stratolaunch, yang berbadan ganda dengan lebar sayap 117 meter dan berat hingga 250 ton.THE VERGE / STRATOLAUNCH SYSTEMS Penampakan pesawat terbesar di dunia, Stratolaunch, yang berbadan ganda dengan lebar sayap 117 meter dan berat hingga 250 ton.
Pihak Stratolaunch tidak membuka tanya jawab usai konferensi pers dan tidak menyampaikan tahapan selanjutnya usai uji coba penerbangan yang sukses.

Sebelum akhirya melakukan uji terbang, pesawat Statolaunch telah berulang kali melakukan uji mesin dan melaju dalam berbagai kecepatan di landasan pacu di Mojave sejak 2017.

Baca juga: Maksud Misi Ingin Mendarat, Pesawat Antariksa Israel Malah Tabrak Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.