Kompas.com - 06/04/2019, 12:34 WIB
Dalam foto yang diambil pada September 2016 ini terlihat beberapa prajurit AD Filipina bersiaga di dekat kendaraan lapis baja di sebuah kamp militer di Jolo, prosvinsi Sulu, di pulau Mindanao, yang menjadi basis kelompok militan Abu Sayyaf. AFP/MARK NAVALESDalam foto yang diambil pada September 2016 ini terlihat beberapa prajurit AD Filipina bersiaga di dekat kendaraan lapis baja di sebuah kamp militer di Jolo, prosvinsi Sulu, di pulau Mindanao, yang menjadi basis kelompok militan Abu Sayyaf.
|

MANILA, KOMPAS.com - Seorang nelayan Indonesia yang disandera kelompok ekstremis Abu Sayyaf di Filipinia tewas tenggelam saat akan diselamatkan.

Militer Filipina mengatakan, dua orang sandera lainnya bisa diselamatkan.

Militer Filipina, Sabtu (6/4/2019) mengatakan, mereka disandera di sebuah pulau terpencil selama enam pekan setelah pulau itu dikepung militer.

Para nelayan Indonesia itu diculik saat tengah melaut pada Desember tahun lalu.

Baca juga: Keluarga Korban Sandera Abu Sayyaf Tunggu Perkembangan

"Para anggota Abu Sayyaf yang menyandera para nelayan itu melarikan diri ke Pulau Simusa di wilayah selatan Filipina pada Jumat lalu," kata juru bicara militer Letnan Kolonel Gerry Besana.

Kelompok Abu Sayyaf itu kabur sambil membawa para sanderanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itulah, seorang nelayan bernama Heri Ardiansyah bisa diselamatkan saat para anggota Abu Sayyaf hendak kabur.

Sayangnya, seorang nelayan bernama Hariadin tenggelam dan meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Satu sandera lain yaitu warga Malaysia bernama Jari Abdullah diselamatkan militer Filipina sehari sebelumnya.

Jari mengalami luka tembak dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit militer.

"Pulau itu sudah kami blokade selama 41 hari. Para penculik itu mungkin berpikir bisa lolos dari pengawasan kami dengan cara berenang," kata Besana.

Dalam operasi tersebut, lanjut Besana, setidaknya tujuh orang anggota Abu Sayyaf tewas.

Militer Filipina mendapatkan informasi soal lokasi para sandera itu pada akhir Februari.
Saat akan memblokade pulau, militer meminta warga yang jumlahnya sedikit untuk pindah.

Abu Sayyaf adalah kelompok militan yang berbasis di wilayah selatan Filipina yang kerap terlibat pengeboman dan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan sejak 1990-an.

Baca juga: Polri Siapkan Personel terkait Pembebasan 2 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini juga mengincar kapal kargo, kapal tunda, hingga kapal nelayan di perairan yang kurang ketat pengawasannya di perbatsan Malaysia dan Indonesia.

"Saat ini warga Belanda Ewald Horn yang diculik 2012, seorang pelaut Vietnam, dan empat Filipina masih disandera Abu Sayyaf," ujar Besana.



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.