Biografi Tokoh Dunia: Hang Tuah, Pahlawan dan Laksamana Malaka

Kompas.com - 12/03/2019, 21:28 WIB
Hang Tuah.via Wikipedia Hang Tuah.

KOMPAS.com - Sering sekali dijumpai nama Hang Tuah. Baik itu nama jalan, Universitas Hang Tuah yang ada di Surabaya, hingga nama klub Indonesia Basketball League (IBL).

Nama Hang Tuah itu berasal dari nama ksatria yang hidup di Malaka pada abad ke-15, lebih tepatnya saat pemerintahan Sultan Mansur Shah.

Hang Tuah dikenal sebagai seorang laksamana kuat dan merupakan salah satu pakar bela diri pencak silat terhebat dalam sejarah Melayu.

Baca juga: Replika Lancang Kuning dan Laksamana Hang Tuah di Festival Seni Budaya Melayu XI

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari figur yang kisahnya bisa ditemukan dalam Hikayat Hang Tuah maupun Sejarah Melayu itu.

1. Masa Kecil
Hang Tuah diperkirakan lahir pada 1444 di Malaka (kini Malaysia), dan merupakan putra dari pasangan Hang Mahmud serta Dang Merdu Wati.

Saat kecil dia bekerja sebagai penebang di toko orangtuanya, di mana pemahaman akan konsep spiritual maupun jiwa petarungnya sudah mulai terlihat.

Ketika berusia 10 tahun, Hang Tuah belajar silat kepada seorang guru bernama Adi Putera yang tinggal di puncak gunung bersama empat sahabatnya, Hang Kasturi, Hang Jebat, Hang Lekir, dan Hang Lekiu.

Dengan bimbingan dari Adi Putera, Hang Tuah dan keempat temannya tersebut mendapatkan pelajaran mulai dari bela diri hingga meditasi.

Kisahnya mulai dikenal ketika sekelompok perompak melakukan mengamuk dan menyerang sebuah desa, menuai respon dari Bendahara (setara Perdana Menteri) Malaka Tun Perak.

Bersama para pengawalnya, Tun Perak berusaha untuk memadamkan serbuan itu. Namun, upaya tersebut malah membuatnya menjadi sasaran para bajak laut.

Para pengawal Tun Perak melarikan diri ketika Hang Tuah dan empat temannya melihatnya. Mereka segera menuju tempat Tun Perak dan mengalahkan perompak tersebut.

Tun Perak yang terkesan dengan keberanian kelima pemuda itu menawarkan untuk mengajak mereka bergabung menjadi anggota pasukan kerajaan.

Baca juga: 5 Fakta Sejarah Majapahit, Kerajaan Terbesar di Nusantara

Dia membawa mereka ke hadapan ayah Mansur Shah, Sultan Muzaffar Shah. Seiring waktu, mereka memperoleh kenaikan pangkat dan dikenal sebagai anggota terkuat pengawal kerajaan.

2. Karir Hang Tuah
Karir Hang Tuah sebagai Laksamana berisi berbagai kisah tentang kesetiannya kepada Sultan melalui Sejarah Melayu maupun Hikayat Hang Tuah.

Dia menjadi pengawal terpercaya Sultan yang sering menemaninya dalam kunjungan kenegaraan. Salah satu kisah terkenal terjadi di Majapahit.

Dalam kunjungan ke kerajaan yang berpusat di Jawa Timur itu, seorang pendekar bernama Taming Sari menantang Hang Tuah untuk berduel.

Setelah duel yang berlangsung brutal itu, Hang Tuah menang dengan Raja Singhavikramavardhana memberikannya Keris Taming Sari, sesuai nama pendekar yang dikalahkannya.

Salah satu kisah lain adalah pertarungan Hang Tuah dengan sahabatnya yang paling dekat, Hang Jebat yang berakhir dengan kematian sang sahabat.

Loyalitas dan popularitas Hang Tuah kepada sultan membuatnya dilanda rumor tak sedap bahwa dia menjalin hubungan khusus dengan salah satu selir.

Baca juga: Hang Tuah Sumsel Raih Kemenangan Perdana

Sultan yang mendengarnya langsung menjatuhkan hukuman mati tanpa mengadakan sidang. Namun, hukuman mati itu tak terlaksana karena Bendahara lebih memilih menyembunyikannya di kawasan terpencil.

Yakin sahabatnya dibunuh dengan tidak adil, Hang Jebat memutuskan balas dendam dengan memberontak dan menyerbu gedung pengadilan kerajaan.

Sultan tak mampu mencegah dengan para pendekar pun tak ada yang berani menantang ksatria berbakat seperti Hang Jebat, hingga Bendahara angkat bicara.

Bendahara berkata Hang Tuah masih hidup sehingga Sultan memutuskan memanggilnya dan memberi pengampunan penuh dengan perintah membunuh Hang Jebat.

Setelah pertarungan selama tujuh hari, Hang Tuah bisa menipu Hang Jebat untuk merebut kembali Keris Taming Sari, dan digunakan menikam sahabatnya tersebut.

Meski sudah ditikam, Hang Jebat masih bisa membebat lukanya dan mengamuk selama tiga hari di pusat kota, membunuh ribuan orang sebelum kembali ke rumah Hang Tuah, dan tewas di pelukan sahabatnya itu.

Baca juga: Tanpa Big Man Hang Tuah Kalah


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X