Australia Beli 12 Kapal Selam Canggih dari Perancis Senilai Rp 498 Triliun

Kompas.com - 12/02/2019, 12:31 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron (dua dari kiri) dan mantan Perdana Menteri Australi Malcolm Turnbull (tengah) di atas kapal selam HMAS Waller milik Angkatan Laut Australia, di Sydney, pada Mei 2018.AFP / POOL / BRENDAN ESPOSITO Presiden Perancis Emmanuel Macron (dua dari kiri) dan mantan Perdana Menteri Australi Malcolm Turnbull (tengah) di atas kapal selam HMAS Waller milik Angkatan Laut Australia, di Sydney, pada Mei 2018.

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia secara resmi menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan Perancis untuk pembuatan 12 unit kapal selam canggih.

Kemitraan senilai 50 miliar dollar Australia (sekitar Rp 498 triliun) itu adalah kontrak untuk membangun 12 kapal selam kelas penyerang yang telah dikembangkan grup konsorsium, Angkatan Laut Perancis.

Kontrak kemitraan yang ditandatangani pada Senin (11/2/2019) itu menjadi proyek pengadaan pertahanan terbesar oleh Australia sekaligus kesepakatan penjualan asing terbesar oleh Grup Angkatan Laut Perancis.

"Ini menjadi rencana yang sangat berani dan menjadi bagian dari investasi terbesar Australia di masa damai dalam bidang pertahanan," ujar Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dalam seremoni penandatanganan di Canberra.


Baca juga: Angkatan Laut Rusia Luncurkan Kapal Selam Siluman Kronstadt

Perjanjian itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Australia akan mulai memproyeksikan kekuatan tempur militernya di kawasan Pasifik.

Dalam perjanjian tersebut, diharapkan kapal selam pertama yang dipesan Australia akan selesai dibangun awal 2030. Kemudian uji coba di laut pada kuartal pertama 2031 dan uji operasional pada akhir 2032.

Mewakili pihak Perancis dalam penandatanganan kemitraan tersebut adalah Menteri Angkatan Bersenjata Florence Parly.

Menurut Parly, kemitraan tersebut menjadi wujud kepercayaan diri Australia untuk bertaruh pada Perancis.

"Juga butuh banyak kepercayaan bagi Perancis untuk berbagi kemampuan yang begitu dekat inti kedaulatan dan otonomi strategis kami, serta hasil dari investasi besar selama beberapa dekade," kata Parly.

Sebanyak 12 kapal selam canggih yang disepakati itu bertenaga konvensional yang berasal dari desain nuklir Grup Angkatan Laut Barracuda dan akan dibangun di galangan kapal baru di Australia Selatan.

Sementara ketua Grup Angkatan Laut Perancis Herve Guillou mengatakan, Australia memilih desain kapal selam Perancis karena daya tahan, jarak tempuh, dan keunggulan akustiknya.

"Kami telah membuat penawaran kepada Belanda, yang juga akan menjadi penawaran yang sangat penting. Mereka sedang mencari kapal selam ekspedisi," ujarnya.

Guillou berharap, tercapainya kesepakatan kemitraan dengan Australia akan menjadi landasan peluncuran untuk kontrak dengan negara lain, termasuk India, Polandia, dan Brasil.

Baca juga: Setahun Hilang, Kapal Selam Argentina Ditemukan di Samudra Atlantik

Dia juga telah mengkonfirmasi bahwa kapal selam pertama pesanan Australia harus sudah berlayar pada awal 2030 dan yang terakhir pada awal 2040, dengan terakhir dinonaktifkan kemungkinan pada awal 2080.

"Kami melihat kemitraan dalam jangka yang sangat panjang dengan Australia," ujarnya.

Guillou mengatakan, grup Angkatan Laut Perancis juga menjalin aliansi dengan pembuat kapal Italia Fincantieri, yang akan mengizinkan kedua perusahaan untuk bekerja sama dalam penelitian, pengembangan, dan pengadaan untuk sejumlah proyek.

"Jika melihat perubahan di pasar, kita perlu agar para pemain Eropa bersatu lebih kuat untuk menghadapi raksasa baru di pasar ini, seperti CSCC di China dan OSK di Rusia," kata Guillou.



Terkini Lainnya

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional
Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Internasional
Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari 'Milkshake'

Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari "Milkshake"

Internasional

Close Ads X