Taybeh Beer, Bir Halal Buatan Asli Palestina

Kompas.com - 02/02/2019, 18:15 WIB
Daoud Hore, manajer pemasaran Taybeh Beer, sedang mencicipi berbagai jenis bir yang baru selesai diproduksi. Bir ini dihasilkan sebuah pabrik di desa Taybeh, tak jauh dari Ramallah, Palestina. AFP/JAMAL ARURI Daoud Hore, manajer pemasaran Taybeh Beer, sedang mencicipi berbagai jenis bir yang baru selesai diproduksi. Bir ini dihasilkan sebuah pabrik di desa Taybeh, tak jauh dari Ramallah, Palestina.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Umat Yahudi memiliki aturan makanan yang disebut "kosher". Aturan ini bahkan jauh lebih ketat dibanding aturan " halal" umat Muslim.

Jadi tidak mudah memproduksi makanan dan minuman yang memenuhi kategori kosher dan halal.

Namun, bagi Taybeh Brewing Company, ini bukan masalah. Perusahaan ini memasok bir versi kosher untuk warga Yahudi dan juga bir tanpa alkohol buat umat Muslim.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Bir Kaleng Pertama di Dunia Mulai dijual


Perusahaan bir Taybeh didirikan 1994 oleh keluarga Nadim Khoury dari Palestina. Produk pertamanya dilempar ke pasaran, tidak lama setelah Perjanjian Oslo I diteken pada 1993.

Perjanjian itu membuka jalan bagi terbentuknya sebuah negara Palestina yang merdeka.

Impian Nadim Khoury adalah, memasarkan bir asli Palestina untuk Negara Palestina yang berdaulat.

Gagasan ini mendapat sambutan hangat dari tokoh besar gerakan Palestina saat itu, Yasser Arafat. Itulah cerita yang sering dia sampaikan kepada pengunjung pabrik birnya.

25 tahun kemudian, warga Palestina tetap belum memiliki negara sendiri, tetapi perusahaan Bir Taybeh semakin besar.

Nama Taybeh diambil dari sebuah distrik di Ramallah, tempat pabrik bir itu didirikan. Selain itu, Taybeh bisa juga berarti "enak". Sebuah permainan kata-kata yang cerdik dan lahir dari benak Nadim Khoury.

Satu merek bir untuk semua

Ada enam jenis bir yang diproduksi untuk pasar domestik dan pasar ekspor: yakni bir terang, bir gelap, putih, emas, kuning, dan bir bebas alkohol untuk umat Muslim.

"Semua jenis bir ini diproduksi dengan kontrol ketat sesuai aturan kemurnian bir yang berlaku di Jerman", kata Nadim Khoury.

Enam puluh persen birnya dijual di kawasan Tepi Barat. Sekitar 30 persen dikirim ke Israel, dan 10 persen sisanya diekspor ke Spanyol, Inggris, Cile, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat.

Israel selalu menjadi pasar penting untuk bir Taybeh. Sejak awal, sertifikasi kosher resmi dari seorang rabbi membuka jalan pemasaran bir ke kawasan Yahudi.

Bagi Nadim Khoury, Taybeh bukan hanya bir, melainkan suatu kontribusi kecil untuk hidup damai berdampingan.

Baca juga: Tidak Diberi Bir Gratis, Perempuan Ini Nekat Coba Bakar Sebuah Kedai

Taybeh bisa mempersatukan orang-orang Israel dan Palestina – Yahudi, Muslim dan Kristen. Untuk pemeluk Islam, tersedia bir bebas alkohol yang halal. Lebih 90 persen penduduk di sekitar lokasi pabrik beragama Islam.

"Orang-orang mengambil setiap kesempatan untuk bisa santai," kata Nadim Khoury yang berusia 59 tahun.

"Dengan atau tanpa alkohol, sebotol bir akan membuat orang rileks dan melupakan politik untuk sementara waktu."

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X