AS Minta Rusia untuk Musnahkan "Rudal Ilegal"

Kompas.com - 22/01/2019, 15:36 WIB
Ilustrasi rudal kendali.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi rudal kendali.

JENEWA, KOMPAS.com — Amerika Serikat ( AS) menyatakan telah meminta Rusia untuk menghormati perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Melalui Duta Besar AS untuk Perlucutan Senjata Robert Wood, Washington meminta Rusia untuk menghancurkan rudal yang dianggap ilegal.

Wood berbicara dalam Konferensi Perlucutan Senjata yang didukung PBB pada Senin (21/1/2019), seperti dilaporkan Reuters via Newsweek.

Baca juga: Putin Ancam Bakal Membalas jika AS Keluar dari Perjanjian Nuklir


Wood mengatakan, AS yakin rudal penjelajah SSC-8/9M729 telah melanggar Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) yang dibuat pada 1987.

Perjanjian itu melarang adanya produksi rudal, baik konvensional maupun nuklir, yang bisa menjangkau jarak 500 sampai 5.500 kilometer.

Sebagai imbas dari perjanjian tersebut, AS dan Uni Soviet menghancurkan sekitar 2.700 rudal jarak pendek dan menengah yang ditempatkan di garis depan saat Perang Dingin.

Namun, pejabat AS meyakini rudal SSC-8/9M729 bisa menjangkau jarak hingga 999 km sehingga membuatnya ilegal dalam aturan INF.

Wood menjelaskan, rudal yang bisa membawa hulu ledak baik nuklir maupun konvensional menjadi ancaman bagi Eropa dan Asia.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bakal keluar dari INF pada Februari mendatang, kecuali Kremlin menunjukkan iktikad menghormati INF.

Pekan lalu, Gedung Putih menolak tawaran Rusia untuk menginspeksi langsung rudal tersebut dengan menganggapnya masih belum cukup.

"Sayangnya, AS menemukan kenyataan Rusia tidak bisa dipercaya dalam hal kewajiban kontrol senjata, dengan aksinya telah meningkatkan tensi secara global," papar Wood.

Dalam konferensi tersebut, delegasi Rusia tidak memberikan jawaban atas tuduhan itu  dengan sanggahan disampaikan Moskwa.

Wood menuturkan, Rusia sudah menguji coba "rudal ilegal" itu, dan menuduh Moskwa telah melakukan pelanggaran terhadap INF.

"Rusia harus menghancurkan seluruh rudal SSC-8/9M729, peluncur, maupun peralatan penunjang untuk kembali mematuhi perjanjian INF.

Rudal tersebut menjadi perhatian AS sejak era Presiden Barack Obama yang sempat membujuk Rusia untuk membatalkan uji coba rudal itu.

Baca juga: Sistem Pertahanan Rudal Rusia Siap Dikirim ke Iran



Terkini Lainnya


Close Ads X