Biografi Tokoh Dunia: Michelle Obama, Mantan Ibu Negara AS

Kompas.com - 17/01/2019, 20:10 WIB
Mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama. (Shutterstock) Mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama. (Shutterstock)

KOMPAS.com - Buku karya Michelle Obama berjudul Becoming baru-baru ini mencetak rekor sebagai buku paling laris di dunia, dengan terjual 3,4 juta kopi pada tahun lalu.

Hari ini, tepatnya pada 17 Januari 1964, Ibu Negara Afrika-Amerika pertama AS lahir ke dunia.

Meski tidak lagi berada di Gedung Putih, namun dia terus menjadi role model bagi sebagian rakyat AS bahkan orang di seluruh dunia.

Michelle awalnya berprofesi di bidang hukum ketika bertemu dan menikah Barack Obama yang bekerja di lingkungan sama.


Kehidupan awal

Michelle LaVaughn Robinson lahir pada 17 Januari 1964 di Chicago, Illinois, dari pasangan Marian dan Fraser Robinson. Dia dibesarkan di keluarga kelas menengah.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Ruth Handler, Pencipta Boneka Barbie

Michelle dibesarkan di sebuah bungalow kecil di South Side, Chicago. Sementara ayahnya bekerja sebagai operator pompa kota.

Ibunya berprofesi sebagai sekretaris di Spiegel, yang kemudian memilih untuk membesarkan Michelle dan kakak laki-lakinya, Craig.

Michelle Obama saat SD. (barackobama.com via Politico) Michelle Obama saat SD. (barackobama.com via Politico)
Mereka merupakan keluarga yang akrab dan dekat, selalu berbagi makanan, membaca, dan bermain bersama.

Craig dan Michelle yang usianya terpaut 21 bulan kerap dikira kembar.

Kondisi rumahnya yang kecil membuat dua bersaudara itu harus tidur di ruang tamu dengan selimut sebagai penyekatnya.

Meski berasal dari keluarga sederhana, mereka dibesarkan dengan pendidikan yang kuat dan telah belajar membaca di rumah pada usia empat tahun.

Keduanya bahkan mendapat akselerasi saat bersekolah. Michelle kemudian dipilih untuk program kelas bahasa Perancis dan biologi lanjutan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Abdulaziz Al-Saud, Raja Pertama Arab Saudi

Ketika menempuh pendidikan di SMA Whitney M Young Magnet, Michelle menjadi bendara OSIS dan anggota National Honor Society.

Dia lulus sebagai lulusan terbaik di sekolahnya pada 1981, sebelum melanjutkan kuliah di Princeton University, mengikuti jejak kakaknya.

Perempuan muda itu mengambil jurusan sosiologi untuk mengeksplorasi hubungan antara alumni kulit hitam dan komunitas mereka dalam skripsinya.

Sekali lagi, Michelle menunjukkan kecerdasannya dengan lulus cum laude pada 1985. Setelah lulus, dia mengambil kelas si Harvard Law School dan memperoleh gelar Juris Doctor (JD) pada 1988.

Di sana, dia bekerja untuk Biro Bantuan Hukum Harvard untuk membantu klien berpenghasilan rendah.

Ajakan kencan Obama

Setelah sekolah hukum, Michelle bekerja di firma hukum Chicago, Sidley Austin, di bidang pemasaran dan kekayaan intelektual.

Di tempat itulah dia bertemu calon suaminya, Barack Obama, pada 1989. Obama merupakan karyawan magang musim panas dan Michelle ditugaskan sebagai penasihatnya.

Awalnya, dia menolak ajakan kencan Obama. Dia yakin jika jalinan asmara tidak pantas terjadi di lingkungan kerja.

Namun, Michelle akhirnya mengalah dan pasangan itu segera jatuh cinta padanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Being your First Lady has been the honor of a lifetime. From the bottom of my heart, thank you. -mo

A post shared by Michelle Obama (archived) (@michelleobama44) on Jan 18, 2017 at 4:15pm PST

Setelah dua tahun berpacaran, Obama melamar sang pujaan hati. Dua insan yang saling mencintai itu kemudian menikah di Trinity United Church of Christ pada 3 Oktober 1992.

Keduanya dikaruniai dua anak perempuan, Malia dan Sasha, yang masing-masing lahir pada 1998 dan 2001.

Dari 1992-1993, Michelle menjadi asisten komisioner untuk Departemen Perencanana dan Pengembangan Chicago. Kemudian, dia mendirikan Public Allies cabang Chicago, sebuah program pelatihan kepemimpinan bagi kaum muda.

Dia menjabat sebagai direktur eksekutif cabang sampai 1996. Kemudian, dia bergabung dengan University of Chicago sebagai dekan layanan mahasiswa.

Mulai 2002, dia bekerja sebagai direktur eksekutif hubungan masyarakat dan urusan eksternal RS University of Chicago. Pada 2005, dia diangkat menjadi wakil presiden bidang tersebut.

Berbagai penampilan Michelle Obama di depan publik.The Huffington Post Berbagai penampilan Michelle Obama di depan publik.

Ibu Negara dan selera fesyen

Michelle Obama pertama kali menarik perhatian audiensi nasional ketika berada di sisi Obama ketika menyampaikan pidato penting di Konvensi Nasional Demokrat pada 2004.

Obama terpilih sebagai Senator AS dari Illinois pada November tahun itu.

Pada 2007, Michelle mengurangi pekerjaannya untuk memenuhi kewajiban keluarga dan kampanye selama Obama mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.

Barack Obama akhirnya memenangkan pemilu dan terpilih sebagai Presiden ke-44 AS dan dilantik pada 20 Januari 2009.

Pada 2010, dia meluncurkan program "Let's Move", yang berfokus tentang obesitas anak dan menyediakan makanan sehat di sekolah. Anak-anak juga didorong untuk aktif secara fisik.

Pada 2011, Michelle mendirikan Joining Forces, program untuk meningkatkan kesadaran tentang kesulitan yang dialami keluarga militer.

Turut mendampingi Obama memenangkan untuk masa jabatan kedua, dia membentuk Reach Higher guna menginspirasi kaum muda untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi dan pengembangan karier.

Sebagai seorang Ibu Negara, fesyennya juga tak luput dari perhatian. Dia dikenal sebagai ikon fesyen dan trendsetter di dunia.

Dia bahkan pernah muncul sebagai sampul majalah dan fotonya masuk Vogue edisi Maret 2009.

Perempuan paling dikagumi

Dalam pemilu AS 2016, Michelle mendukung penuh kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton. Pidatonya dalam konvesi nasional partai mendapat pujian luas.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Hercules Mulligan, Penjahit dan Mata-mata Amerika

Dari situ, dia terkenal dengan kutipan "When they go low, we go high", untuk mengajak setiap orang saling menghormati.

Setelah masa jabatan suaminya berakhir pada 2017, Michelle jarang terlihat di publik.

Namun pada tahun lalu, dia merilis autobiografi berjudul Becoming. Dia juga mengakhiri dominasi Hillary Clinton selama 17 tahun sebagai perempuan AS paling dikagumi versi Gallup.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X