Kanada Bantu Tekan Thailand untuk Lindungi Gadis Saudi yang Kabur

Kompas.com - 08/01/2019, 08:10 WIB
Perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed Alqunun, yang terancam deportasi dari Thailand, setelah melarikan diri dari keluarganya di Kuwait.AFP PHOTO / TWITTER / COURTESY OF RAHAF MOHAMMED ALQUNUN Perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed Alqunun, yang terancam deportasi dari Thailand, setelah melarikan diri dari keluarganya di Kuwait.

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada meyakinkan pemerintah Thailand untuk tidak mendeportasi gadis dari Arab Saudi yang berupaya mencari suaka dan tidak ingin kembali ke negaranya.

Melansir CBC, Selasa (8/1/2019), juru bicara Global Affairs Kanada Stefano Maron mengatakan, Kanada menunjukkan keprihatinan dan mengawasi penuh kondisi yang dihadapi Rahaf Mohammed Mutlaq Alqunun.

"Kami berhubungan erat dengan situasi yang dihadapinya," kata Maron.

"Kanada akan selalu membela hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan," imbuhnya.

Baca juga: Otoritas Thailand Tidak akan Deportasi Perempuan Saudi yang Lari dari Keluarganya

Seperti diketahui, Rahaf berada dalam perlindungan badan pengungsi PBB, UNHCR, usai menghabiskan akhir pekan di sebuah hotel bandara Survarnabhumi di Bangkok.

Dia khawatir pemerintah Thailand akan mengirimnya pulang. Rahaf mengaku akan menghadapi kekerasan dari keluarganya. Dia juga yakin nyawanya terancam jika kembali.

Gadis usia 18 tahun itu mengaku kabur dari Kuwait ketika keluarganya sedang mengunjungi negara itu.

Dia berencana untuk menempuh perjalanan dari Thailand menuju Australia untuk mencari suaka. Namun, dia justru ditahan saat tiba di Thailand.

AFP melaporkan, Kepala Imigrasi Thailand Surachate Hakparn mengatakan Rahaf ditolak masuk karena dokumennya tidak lengkap.

Melalui akun Twitter-nya, gadis itu menghebohkan dunia dengan memohon berbagai negara untuk membantunya.

Surachate mengatakan, Rahaf diizinkan untuk tinggal setelah pertemuan dengan para pejabat UNHCR.

"Dia berada di bawah perlindungan UNHCR sekarang, tapi kami akan mengirim keamanan Thailanda untuk menjaganya," kata Surachate.

"Thailand merupakan negara penuh senyum. Kami tidak akan mengirim siapa pun untuk mati," ucapnya.

Baca juga: Kedubes Saudi Bantah Sita Paspor Perempuan yang Ditolak Masuk Thailand

Kepada UNHCR, Rahaf ingin tinggal di Thailand untuk sementara waktu sambil mencari suaka ke negara lainnya.

Badan pengungsi PBB akan membutukan waktu lima hari untuk mempertimbangkan statusnya.

Menyusul keputusan itu, Rahaf merasa lega dan membagikan situasi terbarunya di Twitter.

"Berada di bawah perlindungan UNHCR dengan persetujuan pihak berwenang Thailand," kicaunya.

Dia menambahkan, paspornya telah dikembalikan setelah diambil pada Minggu (6/1/2019).




Close Ads X