Menlu Ukraina: Kami Bersumpah Bakal Berjuang Melawan Agresi Rusia

Kompas.com - 29/11/2018, 14:35 WIB
Seorang tentara Ukraina memperhatikan aktivis yang menggali lubang di perairan Laut Azov pada Senin (26/11/2018). Ukraina terlibat ketegangan dengan Rusia setelah tiga kapal perang mereka ditembaki dan disita. AFP/SEGA VOLSKIISeorang tentara Ukraina memperhatikan aktivis yang menggali lubang di perairan Laut Azov pada Senin (26/11/2018). Ukraina terlibat ketegangan dengan Rusia setelah tiga kapal perang mereka ditembaki dan disita.

KIEV, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin menegaskan negaranya sudah siap dengan setiap tindakan yang dilakukan Rusia.

Diwartakan Sky News Rabu (28/11/2018), Klimkin berujar militernya sudah sangat siap dan ditunjang peralatan yang begitu bagus.

Baca juga: Tensi dengan Rusia Memanas, Ukraina Minta NATO Kirim Kapal Perang

Dia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan satu per satu wilayah Ukraina lepas seperti Semenanjung Crimea pada 2014.

Jika nantinya Rusia menyerang Laut Azov, maka Klimkin berkata negaranya tidak hanya sekadar merespon secara militer saja.

"Kami bersumpah bakal berjuang demi kemerdekaan, demi kedaulatan, maupun demi kebebasan kami dari agresi Rusia," koar Klimkin.

Menteri kelahiran Kursk, Rusia, itu mengklaim saat ini pengembangan militer yang dilakukan Kremlin merupakan bentuk ancaman nyata kepada Kiev.

Dia menyebut insiden yang terjadi di Azov Minggu (25/11/2018) adalah sinyal bahwa Rusia berkeinginan menguasai keseluruhan wilayah tersebut.

Sesuai dengan kesepakatan kedua negara pada 2003, Laut Azov merupakan perairan bersama. Namun pada 2017, Rusia memutuskan membangun jembatan di Selat Kerch.

Klimkin mengakui Ukraina bakal meminta bantuan kepada negara Barat jika Rusia menutup Kerch karena sumber daya angkatan laut mereka terbatas.

Karena itu, dia meminta kepada negara sekutu untuk terus menunjukkan solidaritas kepada Ukraina dengan tidak membiarkan Moskwa melakukan blokade.

"Kami harus meminta kepada rekan dan sekutu kami untuk terus menekan dan memberi sanksi supaya Rusia mengerti apa harga yang harus mereka bayar," tegasnya.

Insiden di Azov yang menjadi perbincangan internasional terjadi ketika tiga kapal perang Ukraina ditembaki dan disita kapal Badan Keamanan Rusia (FSB).

Dua kapal jenis artileri ringan dan satu kapal tongkang itu disita setelah Moskwa menuduh mereka telah melanggar kedaulatan.

Sebanyak 24 pelaut tiga di antaranya mengalami luka tembak, ditahan. Pengadilan di Crimea memerintahkan mereka untuk ditahan selama dua bulan.

Baca juga: Putin Tuduh Presiden Ukraina Provokasi demi Popularitas Jelang Pemilu

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X