Kompas.com - 19/11/2018, 12:11 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Identitas tentara Korea Utara yang membelot dan menyeberang ke Korea Selatan melalui desa perbatasan, Panmunjom, pada November tahun lalu, mulai terungkap.

Sebuah surat kabar Jepang, Sankei Shimbun, melaporkan hasil wawancaranya dengan tentara yang selama ini hanya dikenal dengan nama Oh tersebut.

Dalam laporan surat kabar yang dilansir AFP, Senin (19/11/2018), tentara tersebut bernama lengkap Oh Chong Song dan merupakan putra seorang jenderal militer Korea Utara.

Kabar pelarian Oh pada 13 November 2017 lalu sempat menggemparkan media dengan aksinya melintasi zona demiliterisasi dan sempat dihujani peluru yang ditembakkan oleh tentara perbatasan Korut.

Setelah berhasil menyeberang, Oh dilarikan ke rumah sakit di Seoul untuk mendapat perawatan.

Dia diketahui mengalami luka tembak ditambah kondisi kesehatan yang buruk karena malnutrisi, bahkan dokter mengeluarkan cacing parasit dari tubuhnya.

Baca juga: Tentara Korut Ditembak Ketika Membelot ke Korsel Lewat Kawasan Wisata

Dilaporkan Sankei Shimbun, Oh yang berusia 25 tahun mengaku putra dari seorang mayor jenderal Korea Utara.

Namun, meski lahir di tengah keluarga petinggi militer, Oh merasa tidak memiliki rasa kesetiaan terhadap pemimpin Korea Utara. Hal itu dikatakannya banyak dialami generasi muda di negaranya.

"Di Korea Utara, warga, terutama para generasi muda, tidak peduli satu sama lain, juga terhadap politik maupun para pemimpin, dan tidak ada rasa kesetiaan," kata Oh.

"Mungkin hampir sekitar 80 persen dari generasi saya merasa tidak peduli dan tidak memiliki rasa kesetiaan," ujarnya seperti dikutip surat kabar tersebut.

Menurut Oh, adalah hal yang wajar jika generasi muda di Korea Utara tidak acuh dan tidak memiliki minat serta kesetiaan terhadap negara karena sistem warisan yang diberikan tanpa memperhatikan kemampuan untuk mengayomi rakyatnya.

Oh juga membantah pemberitaan oleh media di Korea Selatan yang menyebut dirinya dicari karena terlibat kasus pembunuhan di Korea Utara.

Dia mengatakan, sebelum membelot dirinya sedang bermasalah dengan sejumlah rekannya. Dia kemudian pergi minum-minum dan saat dalam perjalanan kembali ke posnya dia menerobos pos pemeriksaan.

"Saya takut akan dieksekusi jika kembali, karenanya saya memilih menyeberangi perbatasan," ujarnya sambil menegaskan bahwa dirinya tidak menyesal telah membelot.

Baca juga: Tentara Pembelot Korea Utara Melarikan Diri karena Membunuh?

Dalam laman situs resminya, Sankei Shimbun mengunggah video wawancara tersebut. Oh mengenakan jaket hitam dan atasan putih, tetapi wajahnya tidak diungkapkan.

Dalam wawancara tersebut, Oh mengungkapkan memahami tindakan rekan-rekannya yang melepaskan tembakan ke arahnya saat dia membelot.

"Jika mereka tidak menembak, mereka akan menghadapi hukuman berat. Jika saya ada di posisi mereka saya juga akan melakukan hal yang sama," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.