Pasokan Bahan Bakar dari Qatar Telah Tiba di Jalur Gaza

Kompas.com - 10/10/2018, 21:38 WIB
Ilustrasi kilang minyak Iran. ReutersIlustrasi kilang minyak Iran.

GAZA, KOMPAS.com - Pasokan bahan bakar yang dibeli Pemerintah Qatar dilaporkan telah tiba di satu-satunya pembangkit listrik yang ada di Jalur Gaza, pada Selasa (9/10/2018).

Bahan bakar tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi krisis energi terutama listrik yang dialami daerah kantong yang diblokade itu.

"Diharapkan pengiriman itu dapat membantu meringankan krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah berada di bawah blokade Israel yang melumpuhkan selama lebih dari satu dekade," kata pejabat Hamas.

Namun pengiriman bahan bakar itu mendapat kecaman dari pemerintah Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menjadi saingan Hamas.


Baca juga: Qatar Siap Pasok Bahan Bakar untuk Pembangkit Listrik di Jalur Gaza

Pejabat PBB dan Mesir dalam beberapa pekan terakhir telah mengupayakan pembicaraan tidak langsung antara gerakan Hamas dengan Israel. Pejabat Israel juga menolak berkomentar tentang pengiriman tersebut.

Sebuah sumber Palestina di penyeberangan Kerem Shalom di selatan Gaza, mengatakan ada enam truk tangki yang membawa 450.000 liter bahan bakar dan melintasi satu-satunya penyeberangan antara Jalur Gaza dengan Israel pada Selasa (9/10/2018).

"Bahan bakar dari Qatar ke pembangkit listrik di Jalur Gaza hari ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan listrik ke Gaza," kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dilansir The New Arab.

Selama berbulan-bulan, penduduk di Jalur Gaza rata-rata hanya mendapat akses untuk listrik selama empat jam per hari.

Pengiriman pasokan bahan bakar tersebut sebagai hasil kesepakatan yang diperantarai PBB.

Dalam kesepakatan tersebut, Qatar akan membayar bahan bakar yang kemudian dikirim melalui Israel dengan diawasi PBB. Demikian disampaikan satu sumber diplomatik.

Seorang pejabat senior yang dekat dengan pemerintahan Abbas, Azzam al-Ahmad, dalam pernyataannya, mengancam akan melakukan tindakan balasan jika pengiriman bahan bakar terus berlanjut.

Baca juga: PBB: Gaza Mulai Kehabisan Pasokan Bahan Bakar

.

.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X