Kompas.com - 03/10/2018, 17:49 WIB
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rafsan) Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rafsan)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengungkapkan rasa frustrasi karena sering dijadikan kambing hitam.

Dalam unggahannya di Facebook dikutip Straits Times Rabu (3/10/2018), Najib menuturkan banyak sekali tuduhan liar yang dialamatkan kepadanya.

Baca juga: Istri Najib Ditahan KPK Malaysia, Bakal Didakwa Pasal Pencucian Uang

"Saat ini, sangat gampang menggunakan kata 'salah Najib'," kata PM yang berkuasa pada periode 2009-2018 tersebut.

Dia mencontohkan jika harga naik maka semua adalah salahnya. "Jika Manchester United kalah? Salah Najib. Kalian terlambat kerja karena hujan? Salah Najib juga," keluhnya.

Keluhan itu muncul setelah mantan PM berusia 65 tahun itu dituduh menawarkan uang kepada tujuh pelaku pembunuhan Wakil Jaksa Penuntut Anthony Kevin Morais.

Dalam tuduhan tersebut, Najib dilaporkan bakal menyerahkan 3,5 juta ringgit, sekitar Rp 12,7 miliar, kepada para pelaku agar mengaku bersalah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Najib menjelaskan tuduhan kali ini sangatlah konyol. Apalagi setelah muncul penjelasan dari Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC).

Ketua Komisioner MACC MOhd Shukri Abdull menyanggah pembunuhan yang terjadi di 2016 itu tidak ada hubungannya dengan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Penjelasan itu seharusnya sudah cukup untuk menjelaskan tuduhan yang dilakukan media bernama Sarawak Report," terang dia.

Najib juga menuduh koalisi penguasa saat ini, Pakatan Harapan, telah melakukan propaganda yang bertujuan menggiring publik untuk membencinya.

Skandal yang juga diselidiki Amerika Serikat (AS) itu menjungkalkan Najib dan koalisi Barisan Nasional dalam pemilihan umum Malaysia 9 Mei lalu.

Mahathir Mohamad yang naik menjadi PM mengatakan bakal membuka kasus itu. Sejauh ini, Najib telah dua kali ditahan dan dihadirkan ke pengadilan untuk dibacakan dakwaannya.

Baca juga: Najib Razak: Saya Bukan Pencuri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.