Makan Obat Batuk Saat Rapat, Politisi Ini Diusir

Kompas.com - 02/10/2018, 15:09 WIB
Yuka Ogata ketika membawa anaknya ke sidang Dewan Kota Kumamoto. (22/11/2017) NHKYuka Ogata ketika membawa anaknya ke sidang Dewan Kota Kumamoto. (22/11/2017)

KUMAMOTO, KOMPAS.com - Seorang politisi perempuan di Kumamoto, Jepang, diusir ketika berlangsung rapat pada Jumat pekan lalu (28/9/2018).

Politisi bernama Yuka Ogata itu diusir setelah makan permen obat batuk, dan kemudian berbicara dengan permen itu masih berada di mulutnya.

Kepada Japan Times via Newsweek Senin (1/10/2018), Ogata mengaku dirinya tak enak badan sehingga memutuskan makan obat itu agar anggota dewan lain tak terganggu dengan suara batuk.

Baca juga: Politisi Perempuan Jepang Bawa Anaknya Saat Sidang Dewan Kota


"Sangat disayangkan bahwa saya harus dipaksa keluar ruangan tanpa mendapat kesempatan untuk menjelaskan kondisi saya," keluh dia.

Karena peristiwa itu, anggota dewan memutuskan untuk menunda rapat selama delapan jam meski dilaporkan tak ada larangan untuk makan dan minum di ruang rapat.

Wali Kota Kumamoto Kazufumi Onishi berkata, Ogata telah melanggar aturan yang berfungsi melindungi integritas dewan kota.

"Sangat mengecewakan orang dewasa sepertinya bisa berbicara dengan mulut masih berisi obat batuk. Ogata harus mengakui kesalahannya," terang Onishi.

Mendapat tudingan demikisn, Ogata menjelaskan publik telah salah mengerti memaknai masalah yang menimpa dirinya disebabkan perilakunya.

Menurut dia, masalah utamanya terletak pada perseteruannya dengan anggota dewan lain, terutama sosok yang lebih senior.

"Saya berusaha agar dewan kota ini menjadi tempat yang lebih ramah bagi masyarakat yang lain jika berniat mengajukan keluhan," tegas Ogata.

Pada November 2017, dia juga sempat menuai kritikan dan membuat sidang terlambat 40 menit karena membawa anaknya ke ruangan.

Saat itu, meski tak ada peraturan membawa anak, sejumlah anggota dewan menyebut anak Ogata bisa dikategorikan sebagai pengunjung.

"Saya menginginkan dewan ini menjadi tempat yang lebih ramah bagi perempuan yang mengejar karir, namun juga tak melupakan tugasnya sebagai ibu," tegas dia saat itu.

Baca juga: Tak Sengaja Telan Peluit, Batuk Bocah Ini Terdengar Aneh

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X